Sterling Ungkap Masa Lalunya Ketika Menolak Pinangan Arsenal

Raheem Sterling mengungkapkan sebuah cerita menarik mengenai ibunya yang mencoba menghentikannya bergabung dengan Arsenal untuk dan memilih untuk bergabung dengani QPR sebagai gantinya

Sterling mengungkapkan jika masa kecilnya yang tidak sedap di dengar hingga ia harus berkeja untuk membersihkan toilet toilet demi berkerja mengejutkan semua para pemain Inggris.

Bintang Inggris Sterling telah dibina oleh The Gunners sebagai pemain berusia 11 tahun yang menjanjikan dan diundang untuk bergabung dengan program akademi klub.

Sang pemain  mengatakan dia semua siap bergabung dengan klub London Utara, sampai ibunya mencegahnya  dan bersikeras akan lebih baik baginya jika dia berlatih dengan QPR.

Dalam artikel yang mengungkap untuk Tribune Pemain, Sterling mengakui: “Ketika saya berumur sepuluh atau 11 tahun, saya dibina oleh beberapa klub besar di London. Fulham menginginkan saya. Arsenal menginginkan saya.

“Dan ketika Arsenal menginginkan Anda, tentu saja Anda berpikir Anda harus pergi ke sana. Klub terbesar di London, Anda tahu? Jadi saya berkeliling untuk memberitahu teman-teman saya, ‘Saya akan pergi ke Arsenal’.

“Tapi ibuku adalah prajurit yang tepat. Dia tahu cara membuatnya di dunia ini. Dia mungkin orang yang paling aku kenal.

“Dia mendudukkan saya pada suatu hari, dan dia berkata, ‘Lihat, saya mencintaimu. Tapi saya tidak merasa Anda harus pergi ke Arsenal’.

“Aku berkata, ‘Ehhhh?’

“Dia berkata, ‘Jika Anda pergi ke sana, akan ada 50 pemain yang sama baiknya dengan Anda. Anda hanya akan menjadi nomor. Anda harus pergi ke suatu tempat di mana Anda dapat bekerja ke atas’.