Cerita Perjalanan Menuju Puncak Gunung Slamet

1 perjalanan selalu bisa menghasilkan 1000 cerita. Nggak ding, bullshit banget, nggak sampe 1000 kok, paling cuma puluhan. This is Slamet. Slamet punya banyak jalur, yang terakhir kusambangi ini lewat Baturaden, Purwokerto. Ada jalur baru, dan lama.

Jalur lama udah ditutup, karena jalan ke puncak konon kabarnya terlalu extreme. Baturaden ini menurutku, pengalaman sejak pertama mendaki gunung sampai sekarang, adalah jalur terberat. Start awal jalan aja, ketinggian baru 700an mdpl, sedangkan Slamet you know lah tingginya berapa.

Jalur Baturaden didominasi vegetasi yang masih sangat rapat, asri, LINTAH yang sangat lincah berlarian kesana kemari berburu darah (total di kakiku 9 gigitan), lolongan berbagai macam hewan (monyet, burung, babi, anjing yang tiba2 membisu, mungkin sedang diburu predatornya), jalur pos 1 sampai 2 yang landai dan membuat kita santai dan damai dan cekakak cekikik, dari pos 3 sammmmpai puncak, kuatkanlah kakimu karena kau tidak akan menemukan bonus, jalan terjal menanjak tiada henti yang membuat pegal serasa sedang turun. Tau rasanya dengkul dan kempol waktu turun gunung?

Seperti itulah rasanya menanjak di baturaden, pegal sebelum waktunya. Jangan sungkan2 minta istirahat ya, makan tuh gengsi biar kenyang. Oya jangan sampai logistik kurang, kemarin kami bawa cuma ngepas, karena pengalaman2 kemarin logistik selalu berlebih.

Baru pernah naik se-kelaparan ini, jadi syedih. Mungkin tenaga dikuras banget jadi kalori kebakar terus dan selalu minta diisi ulang. Untuk air minum nggak perlu khawatir, karena di pos 1, 2, 4, 5 ada sumber air. Beberapa jalur sudah tertutup semak belukar sehingga kurang jelas (hampir mirip slamet via gunung malang).

Soo nggak rekomendasi banget trek malem, idealnya start jalan pagi (jam 6) jadi pas sampe di tempat camp (pos 4 atau 5) nggak kena malem. Kami kemarin sampai pos 4 total 9 jam. Ke puncak 3 jam, jadi 12 jam. Turun 7,5 jam. Kenapa sangat lama? Karena jalurnya nggabisa buat lari, pohon dan akar melanggrang kesana kemari, dan licin. Kami nggak dapet sunrise (belum pernah dapet di slamet), yg selalu didapat adalah angin kencang dan badai. Akan tetapi but, yang penting slamet.

Travel ke Negara Impian dengan Destinasi yang Bagus

Pernahkah kamu ke Jepang? Apa musim favoritmu? Ini adalah senja di Pagoda Chureito di musim semi. Kami menghabiskan beberapa hari di dekat Danau Kawaguchiko dan memutuskan untuk melihat Pagoda yang terkenal ini.

Ada beberapa tempat untuk mengambil foto tetapi yang terbaik benar-benar ramai. Itu benar-benar ramai namun indah! Namun, bagaimana Anda bisa menolak pesonanya, ditambah dengan pemandangan Gunung Fuji yang megah

Dan saat saya pergi ke sana pada musim semi, saya mendapatkan Sakura yang sedang mekar sebagai bonus! Itu terlihat begitu anggun. Jika Anda menginap di sekitar Danau Kawaguchiko, tempat ini tidak terlalu jauh. Hanya perlu naik satu kereta dari stasiun, lalu ikuti gambar pagoda ini di jalan!

Ya, mereka memasang banyak gambar dari stasiun ke pagoda ini sehingga para pelancong dapat dengan mudah menemukannya. Meski ramai, Anda harus mengunjungi Pagoda ini, salah satu landmark negara matahari terbit. Jangan lupa membawa air karena Anda harus menaiki beberapa anak tangga.

Glacier di New Zealand

Pertama kali berjalan di gletser! Sungguh menakjubkan mengalami suhu ekstrem di Fox Glacier. Cuaca di sini tidak bisa diprediksi. Awalnya langit begitu cerah saat kami baru saja turun dari helikopter, namun tak lama kemudian mendung, lalu hujan sesaat, sebelum salju mulai turun.

Kami benar-benar kedinginan! Bahkan jari saya sulit untuk mengklik shutter kamera. Namun, petualangan mendaki di Fox Glacier begitu berkesan dan seru.
Hal yang harus dilakukan di Selandia Baru! Anda akan menikmati pengalaman ‘berjalan di atas air’. serba putih dan biru dengan pemandangan pegunungan yang menakjubkan di sekitarnya. Yang benar-benar layak dikunjungi!

Kuala Lumpur

Selamat Pagi Kuala Lumpur. Saya yakin banyak dari Anda pernah ke kota yang indah ini. Saya tidak pernah berpikir saya akan menjelajahi kota ini. Suasananya hampir mirip dengan Indonesia, tapi saya menikmati KL bersama keluarga, terutama makanannya.

Salah satu alasan saya ingin melakukan perjalanan ini adalah karena orang tua saya. Saya telah berjanji kepada mereka bahwa suatu hari saya akan menerbangkan mereka ke suatu tempat dan membayar akomodasi dengan uang saya sendiri. Meskipun, saya sangat sibuk dan stres pada saat yang sama, setidaknya, ketika mereka melihat kolam ini untuk pertama kalinya, mereka tersenyum kepada saya … Saya merasa sangat bahagia, diberkati dan bersyukur masih bisa menikmati saat-saat bersama mereka.

Mudik Sambil Nemuin Tempat Keren Selama Perjalanan

Kemarin mudik ke kebumen lewat jalur nagrek sunsetnya bagus banget!!! Gatau kenapa kalo mudik suka banget diperjalanan liat pemandangan. Karena mudik balik gua jauh dari Kebumen ke Jakarta biasanya berhenti dan singgah istirahat di kota yang gue ingin nikmati agar perjalanan mudik tidak melelahkan dan gue bisa happy sepanjang perjalanan. Jadi guys buat kalian yang gak pengen singgah terlalu lama di suatu kota. Kalian bisa mampir di Rumah siaga pertamina yang tersebar di banyak titik mudik.

Spot sunrise terbaru dikebumen!! Kemarin pas mudik cobain kesini, biaya masuknya 5000 rupiah, jarak parkiran motor sama spot sunrise cuma 5 menit dan gak terlalu capek. Gak bisa naik mobil kalo kesini, jalan sempit dan belum bagus tapi kalo masalah pemandangan bagus banget! Lautan awan, layer gunung dan sunrisenya juara. Spotnya juga banyak dan yang paling penting masih original belum ada wisata selfienya haha! Kalo kebumen wajib banget cobain kesini.

Belakangan ini lagi hobi banget riding, ketemu sama orang baru dan ngadain acara bareng temen-temen! Nah gua butuh banget perlangkapan motor biar safety pas berkendara ditambah lagi gua suka banget beli aksesoris motor biar makin keren.

Pas banget nih ada Home Credit dengan cicilan ringan tanpa beban yang bikin semua orang bisa mewujudkan segala impian yang kamu mau! Buruan deh follow Instagram home credit id buat tau promo-promonya!

Waktu mau menikmati sunrise di suatu desa, eh gue kesasar jadi kesiangan dan gue nemuin tempat ini. Ternyata banyak ya tempat indah di Indonesia dan jarang orang tau. Semenjak itu jadi suka banget explore tempat baru dan pasti suka ada aja kejadian tak terduga. Makanya gue harus tetep mastiin untuk liburan nyaman dan aman, jadi harus punya yang namanya asuransi yang gak hanya proteksi diri gue aja tapi barang-barang yang gua bawa terlindungi. Seru juga mudik tapi bisa nemuin tempat – tempat bagus dan keren yang tidak terduga sama sekali.

Berkenalan dengan Penduduk Lokal Saat Traveling

Berkenalan dengan banyak penduduk sekitar pada saat traveling adalah salah satu hal yang tidak dapat dibayar dengan apapun. Salah satu ceritanya adalah ketika berbincang dengan penduduk lokal di Peru.

Sambut Papa Lucio Huaman Ojeda, 55 tahun & Mama Rosario Mandortupa Paso, 62 tahun, pasangan pemilik rumah singgah kami yang sederhana berwarna bata di distrik Coya, sekitar 1,5 jam meninggalkan kota Cusco, Peru. Cuaca mendung pagi itu & udara dingin di desa berketinggian 3800 mdpl seakan kalah oleh kehangatan yang mereka beri pada saya & kawan saya Yunaidi.

Seperti kebanyakan keluarga lain yg tergabung dalam komunitas Patabamba di distrik ini, Papa Lucio menjemput rejeki dengan bertani, sementara Mama Rosario berkebun & menggembala ternak. Keseharian mereka terus menjaga kearifan lokal & praktik tradisional suku Quechua yang diwariskan leluhur.

Termasuk diantaranya meramu hasil alam mereka seperti daun coca, daun mint pegunungan Andes, daun muná, daun rosemary, dll tuk dijadikan minuman hangat yang berfungsi menyamankan perut, melancarkan aliran darah, dan memulihkan stamina kami yang sedikit terganggu oleh sindrom penyakit di ketinggian. Hingga tiba saatnya dengan racikan hasil alam yang digenggam di tangan, Mama Rosario pun turut pula membantu mengusap, mengetukkan nya pada kepala, leher, serta tengkuk kepala saya dan Yudi, seraya berdoa guna membersihkan dari segala energi negatif yang sempat hinggap di perjalanan.

Kami sangat bersyukur dan bahagia dapat diterima layaknya keluarga yang datang jauh dari benua lain. Setiap harinya kami belajar cara hidup sederhana mereka: menyantap makanan khas, meminum jejamuan yang mereka racik, menengok bagaimana mereka menenun kain dari bahan alami tuk dijual di koperasi & turut menengok lokasi pertanian mereka yang berdekatan dengan “The Balcony Of The Sacred Valley”, yang dimana dari teras diatas bukit ini kita dapat menengok sungai Urubamba & jejeran perbukitan dibawah kita.

Dan tak lupa, setiap harinya kami pun belajar bagaimana mereka optimis memandang bahwa hasil alam yang dituai dengan penuh syukur akan terus dapat mensejahterakan masyarakat sampai tutup zaman, selama kita memperlakukan alam dengan tulus.

“Terima kasih banyak bapak & ibu” balas kami dengan bahasa Indonesia, berpamitan, sebelum melanjutkan perjalanan.

Suka dan Duka Pendakian Gunung Argopuro

Selamat pagi para petualang. Ada salam dari tempat paling indah di Gunung Argopuro kemaren, Sungai Qolbu namanya. Airnya jernih banget, suara gemericiknya nenangin abis. Ini tempat yang bikin gue excited banget sampe lari terus jatoh kepleset sampe akhirnya kaki gue cedera engkelnya bengkak. Argopuro, indah dimata, sakit dikaki. Jangan tanya kenapa kami suka mendaki, cobain aja dulu. Siapa tau kita punya jawaban masing-masing yang berbeda.

Karena kenyataan kadang tak sesuai dengan rencana, apalagi dalam sebuah perjalanan. Dari gagalnya muncak Mahameru dan Rinjani kemaren, terus gak kesampean camping di Danau Segara Anak, rencana mau explore Banyuwangi dan ngedaki Argopuro bareng Utsman pun gagal (kangen, udah lama kita ga ngetrip bareng!) sampe harus batalin naik gunung di Jateng Jatim karena kaki masih cedera gara-gara kemaren, jangankan ngedaki, jalan aja masih sakit engkelnya.

Dan menurut gue ini adalah hadiah yang paling indah buat ngobatin kekecewaan kemaren, Gunung Argopuro, khususnya momen ketika di Cikasur dan Danau Taman Hidup. Sepi, tenang, damai tanpa ada pendaki lainnya yang madetin tempat ini. Tempat yang cocok buat merefleksi diri kebelakang dan bermimpi kedepannya. Semoga nanti pas kembali kesini, Gunung ini masih begini: sepi, bersih dari sampah dan tenang kayak kemarin.

Argopuro! Surganya para pendaki, karena sepinya bukan main. Tingginya emang gak lebih dari Merbabu, tapi perjuangan lima hari empat malemnya bikin kesel, gondok, hopeless, lemes, segala udah dirasa pas lewatin trek dari Baderan-Bremi yang panjang banget nyusurin hutan, savana, bukit naik turun gak abis-abis. Tapi pas ketemu plang ini dihari keempat semua capek rasanya lunas kebayar, bukan karena bagusnya (view dari puncak biasa aja), tapi karena senengnya mimpi setahun setengah kesini akhirnya kesampean.

Dan bagian yang paling menyiksa itu adalah ketika untuk pertama kalinya ngedaki pake sandal gunung karena sepatu hilang ketinggalan di bis dan langsung dapet insiden cidera engkel kaki gara-gara kepleset sampe gak bisa jalan sama sekali dihari ketiga. Tapi semangat dari dua parter kali ini Dennis (thanks kibo’ udah minjemin sepatunya dan rela make sendal gara-gara liat gue udah kesakitan jalan) Heru yang selalu setia nyemangatin gue pas lagi seneng maupun ngedown karena susah jalan.

Solo Traveling Tidak Seseram yang Kita Bayangkan

Siapa disini yang terkadang masih sering bingung membedakan pulau Sumba dengan Sumbawa, atau jangan-jangan berpikiran kalau Sumba itu kota di Pulau Sumbawa? Hahaha dua pulau ini letaknya berbeda, Sumba di Nusa Tenggara Timur, Sumbawa di Nusa Tenggara Barat. Vegetasi alam kedua pulau ini bisa di bilang hampir sama, banyak di jumlai bukit kering berbatu. Dan kuda-kuda kurus inilah yang akan selalu kita jumpai jika melewati bukit-bukit savanna kering seperti ini. Jika punya waktu lebih, berkunjunglah ke Tanah Sumba, kenali budaya dan masyarakat sekitarnya, siapa tau hati kita akan dibuat jatuh cinta dengan keramahan orang-orang di Tanah Marapu ini.

Karena termasuk dekat, jika pergi ke flores dan masih punya beberapa waktu jangan lupa nih mampir ke Bali. Ada banyak sekali tempat staycation bagus di bali. Terima kasih untuk soo bali villas for staycation experiencenya, suka banget ama ambience dari villa-villanya yang instagram-able bgt mulai dari villa atap putih, white stone, sampai Hi villa, semua konsep villanya unik dan cakep banget! Bikin betah buat leyeh-leyeh begini, ditambah daerahnya yang bener-bener di pusat keramaian (Seminyak) bikin dekat kemana-mana.

Satu lagi spot yang harus dikunjungi jika kalian adalah seorang traveler sejati, yaitu India. Di kebanyakan orang berpikir bahwa india sangat ramai sekali namun tidak ada yang tahu bahwa india pun memiliki spot yang sangat indah dan sepi.

Salah satu moment sunset terbaik yang ada di India. Selain karena sunsetnya yang cakeeep banget menurut gue, ini juga pertama kalinya ke desert sambil riding the camel, sensasinya juaraaa rasanya nunggangin unta sambil nikmatin sunset disini walaupun abis itu pantat pegelnya setengah mati.

I think this is one of my best moment when solo travel in India, karena disini banyak ketemu teman camping dari berbagai negara yang ikut safari desert tour juga. Yang ke Jaisalmer wajib pake banget ikut safari desert tour ini! Jangan takut solo traveling ya guys!

Swiss Merupakan Destinasi Wisata Terpopuler

Swiss merupakan salah satu destinasi wisata terbaik yang sangat ingin dikunjungi oleh banyak traveler. Selain memiliki pemandangan yang sangat indah, swiss juga memiliki berbagai macam kuliner yang sangat lezat sekali dengan cita rasa khas dari negara tersebut. Seperti yang kita tahu, ada banyak sekali sekolah tinggi untuk memasak di negara satu ini. Banyak chef handal dari seluruh dunia yang berasal dari swiss.

Halo from Interlaken, Switzerland. Sehappy itu bisa ke Swiss akhirnya, bucketlist setiap orang yg suka jalan-jalan kayaknya bisa kesini tuh. Dan di Interlaken ini random aja jalan-jalan keliling karena sekitaran sini aja udah bagus banget, ditambah lagi orangnya ramah-ramah. Dan walaupun hari ini cuaca gloomy banget nggak secerah kemaren, tetep aja suasana hati happy banget!

Kawasan Interlaken dikenal sebagai salah satu kawasan yang paling banyak didatangin turis di Swiss. Tadinya mikir pasti bakalan rame banget, ternyata diluar ekspektasi banget. Semua tempat yang gue dateng hampir semuanya sepi, kecuali di city centernya. Seneng banget rasanya bisa nikmatin pemandangan pegunungan khas Swiss begini dengan tenang dan syahdu. Apalagi di area Iseltwald ini, sepi bangeeet!

Yang paling menyenangkan dari perjalanan di Swiss ini selain keindahan alamnya yang semua orang juga udah tau kayaknya, adalah orangnya yang ramah-ramah, ramah banget menurut gue malah untuk ukuran Eropa. Apalagi di area Interlaken ini, hampir kebanyakan warga yang gue temuin ketika lewat depan rumahnya atau sedang beraktivitas selalu senyum dan negur. Hal kecil kayak gini nih yang kadang bikin perjalanan jadi lebih menyenangkan.

Bisa ngeliat langsung desa kecil begini di Swiss itu bucketlist dari jaman dulu banget. Ngerasain gimana rasanya sensasi jalan kaki keliling desa kecil begini, liat rumah-rumah kayunya yang hangat, liat peternakannya, alamnya, ah semuanya sama banget dengan ekspektasi gue, lebih malah. Peaceful banget desa ini, walaupun berada nggak jauh dari pusat turis di Interlaken, tapi sangat jarang ngeliat turis berseliweran. Jadi kita bisa nikmatin keliling santai disini.

Suhu di Air Ben Haddou Mencapai 50 Derajat Celcius

Nggak salah mungkin Air Ben Haddou ini bisa dijadikan salah satu highlight perjalanan di Maroko, karena tempat ini cantik banget, dan berasa banget Moroccon vibesnya. Mulai dari menyusuri gang kecil, menaiki tangga-tangga dan lorong rumah, sampai pedagang-pedagang aksesoris dan pernak-pernik khas Maroko, akan selalu menghiasi perjalanan anda mengelilingi bukit kecil ini. Ait Ben Haddou ini terkenal pula sebagai set film-film Hollywood yg terkenal, seperti Prince of Persia, Gladiator, Mission Impossible, dan film lainnya. Cuaca disini akan sangat terik pada siang hari walaupun kalian berpergian dalam keadaan winter, jadi kebayang kalau summer kan? Bisa 50 derajat lebih! Meleleeeeeh dah tuh.

Our last destination in Marrakech, Koutoubia Mosque. Sunsetan disini tuh cantik dan semarak banget, karena bersebalahan dengan bazaar. Mesjid ini dibangun pada jaman abad ke 11 Masehi, tapi pembangunannya tidak pernah selesai, jadi batu-batu persegi kayak balok itu adalah sisa pembangunan yang tak selesai sampai sekarang, tapi biarpun belum selesai mesjid ini tetap dijadikan sebagai tempat ibadah muslim bagi masyarakat sekitarnya.

Perjalanan di Maroko ini selalu memberikan kekaguman tanpa henti buat gue, dari mulai alam, sampai arsitekturnya, kecuali makanannya ya (tapi masih bisa diterima ama mulut yg gak begitu rewel ini). Tiap hari pindah kota dan selalu dibikin amazing sama arsitektur tiap kotanya, ditambah selama perjalanan juga dimanjakan oleh pemandangan yg cantiknya naudzubillah ini. Aaah Maroko i love youuu! Seneng akhirnya bucketlist gue kesampean buat explore exotic country ini.

Deretan pertokoan dengan bangunan berwarna terakota seperti inilah yang jadi imajinasi gue selama ini kalau mendenger kata Maroko, dan kemaren ketika mengunjungi Ait Ben Haddou imajinasi itu jadi nyata. Seneeeeeng banget rasanya nyusurin gang kecil yg dipenuhi pertokoan dan rumah-rumah seperti ini sampai ke puncak bukitnya.

Checked my ultimate bucket list destination, visiting Sahara Desert  Seseneng itu akhirnya bisa ngunjungin gurun pasir terluas di dunia ini, dari SD kalau liat di buku geografi tuh udah kepengen banget kesini, ditambah dengan adegan naik unta yg bikin paha ini ngangkang 2 jam, sakit coooy dua hari kedepan ini bakalan Btw ini mau coba pose fierce gitu tapi jatohnya kayak marah yak? Hahaha

Liburan Aman Sesuai Protokol di Bali

Rasanya menyenangkan banget menikmati full staycation experience kayak begini lagi setelah hampir 6 bulan pandemic begini, dan pilihan gue memilih plataran ubud rasanya nggak salah sama sekali, bener bener pas banget vibesnya buat bersantai ditengah ketenangan Ubud kayak begini, apalagi untuk saat ini Ubud emang masih sangat sepi, bahkan hampir 80% tempat disini belum dibuka sama sekali

Sebagai tamu disini kita dibuat merasa lebih aman dan nyaman dengan service terbaik mereka yg menerapkan new protocol disetiap aspeknya. Cukup ketat penerapn protokol kesehatan disini mulai dari penjemputan, check in, ketika berada dalam kamar, dining area dan hampir di seluruh area hotel, bener bener semuanya diperhatikan untuk peralatan kebersihannya seperti hand sanitizer dan disinfektan yg dilakukan secara berkala. Begitupun dengan para staffnya, bekerja dengan peralatan pelindung seperti masker, face shield sampai gloves, untuk memastikan kita lebih aman dan nyaman disini. Untuk yang ingin merasakan kembali gimana nyamannya Ubud, plataran ubud ini bisa jadi top list recommended tempat buat kalian menginap, tanpa harus kemana-mana kalian bisa menikmati full staycation experience disini.

Thank you so much plataran ubud untuk keramahan dan kehangatannya selama disini, selalu menyenangkan rasanya tiap kembali, walaupun ini bukan pengalaman pertama staycation di plataran ubud ini tapi selalu dibikin tersanjung dg service dari plataran resorts yg selalu terbaik! Banyak banget kenyamanan yg ditawarkan disini, mulai dari fasilitas dan area dari Plataran Ubud sendiri yg udah bikin betah buat enggak kemana-mana, karena vibesnya udah Ubud bgt dg hamparan persawahan begini, dan yg jd poin plus utk milih staycation disini itu adalah letak lokasinya yg berada di jantung Ubud jd nggak jauh kemana-mana, buat yg pengen sekedar ngopi, brunch atau belanja nggak perlu jauh-jauh, karena lokasinya pas banget di tengah Ubud. Salah satu rekomendasi terbaik aku kalau pengen staycation di Ubud.

Kemaren puas banget rasanya leyeh-leyeh di Bali semingguan, cobain Canggu, Ubud sampai Seminyak area. Dan kalau ke Seminyak gue selalu memilih courtyard seminyak buat stay, selain karena lokasinya yang emang strategis deket kemana-mana (area cafe dan pertokoan) dan deket ke Pantai juga, Resort ini punya fasilitas yg lengkap dan service yg premium banget rasanya. Mungkin yg liat stories gue kemaren pas staycation disini udah kebayang gimna pool disini yg bikin tempting banget karena emang segede itu, jadi buat leyeh-leyeh berjemur atau renang tuh nyaman banget, dan jg ada bagian barnya yg bisa jadi tempat santai sore hari. Ini kali ketiganya stay di courtyard seminyak ini dan selalu seneng banget dengan servicenya yg selalu maksimal.

Cara Mendaki Gunung Kinabalu Dari Proses Pendaftaran Diri

Pintu masuk Gunung Kinabalu ada 3, yang normal adalah Via Timpohon Gate instead of Via Massilau dan south part of Kinabalu.

Jalur Timpohon adalah yg paling umum digunakan oleh para pendaki.. dan jalurnyaaa… uuummm nanjaaakkk terroooss.. semua fasilitas disediakan di gate, ada toilet yg bersih jg loh..

Masuk Timpohon gate, kita akan registrasi ulang dan diberikan ID Card atau pass yg harus digunakan selama pendakian karena ID pass ini berguna untuk melacak incase terjadi sesuatu dengan pendaki..
ID pass ini juga ga boleh hilang, karena harus ditunjukan di check in point berikutnya yaitu Laban Rata dan Sayat-sayat check point.

See… betapa teratur.. dan ide ID pass ini sangat bagus!!! itulah betapa penting nya melakukan pendaftaran jgn jd pendaki ilegal yg ga patuh dgn peraturan. kebayang gak kalo ilang di gunung tp ternyata namanya gak terdaftar, siapa yg mau tanggung jawab? dan registrasi di awal pun harus pakai passport detail…
jd.. pilih jadi pendaki Ilegal atau yg taat peraturan?

Jalur Kinabalu terdiri dari ratusan anak tangga yg bikin dengkul lemes, ditambah dengan tanjakan yg ga ada ampunnya…
all the way up…
tanjakan nya berupa bebatuan, yg sudah di bentuk seperti tangga…

pemandangan disekeliling berupan hutan hujan tropis tapi tidak sepadat vegetasi hutan di Indonesia..
jalur nya semua sudah tertata rapih dan yg paling gue suka, disini gue hampir tidak menemukan sampah…
bersiiihhh banget… (kapan yah Indonesia gunungnya bebas dari sampah?)

Masih tentang jalur Kinabalu, ini juga salah satu jalur Kinabalu menuju pos Laban Rata 3.275mdpl. Jalur ini vegetasi nya mulai terbuka dengan trail yg berbeda lagi dari pos pos sebelumnya. ini sudah memasuki pos 4.

yeap, masih nanjak terooooosss!! tapi sangat menyenangkan karena pemandangannya super kereeennn!!!
dan all the way masih bersih terjaga banget kebersihannya… *skali lagi gue inget kampuung halaman-Indonesia.
waktu pertama kali ke Kinabalu 2 tahun lalu, gue hanya nemuin 5 bungkus sampah plastic kaya permen disepanjang jalur.. dan itu bikin gue terkesima skaligus kagum ditambah miris inget “rumah-indonesia”..
coba andaaiiii ajaaahh… kalo gunung di Indonesia bersih, pasti kita gak perlu nenteng karung atau trashbag atau ngalungin botol aqua karena banyaaakkk banget sampah nya 

Istirahat Pada Saat Mendaki Gunung

Salah satu yg bagian yg paling gue seneng dari naik gunung adalah, ketika gue ketemu hal-hal baru yg sebelumnya gak pernah gue liat.

Contoh nya kaya ini nih..
Ada yg tau tumbuhan apa ini?
Di Indonesia banyak juga loh..

Di Gunung Trusmadi yg merupakan gunung kedua tertinggi di Malaysia ini, gue banyak banget nemuin jenis tumbuhan ini dengan size beragam..

Bukan cuma Nepenthes yg ada disini , tp mulai dari vegetasi hutan yg masih asri, bunga-bunga hutan, lumut yg pekat, sampe Gibon dan binatang lainnya masih berkeliaran bebas disini

Kalo capek, yah istirahat!
Naik gunung tuh kaya hidup, kalo gak capek jalananin hidup berarti lu gak lagi hidup…
.
Sama kaya naik gunung, namanya naik gunung pasti ada capek nya.. Nah kalo capek yah istirahat.. Gak usah mentingin gengsi, ada juga yg takut dikatain lemah, manja, karna banyak istirahat, karena kalo badan drop yg ngerasain yah kita sendiri bukan temen2 lu yg bisa nya cuma ngejek daripada kasih support..


1. Ambil waktu 2 menit utk istirahat jgn juga berlama-lama apalagi klo perjalanan masih jauh

2. ketika istirahat kelamaan saat dijalan badan akan dingin, suhu tubuh bisa turun, jgn lupa pake jacket

3. gak usah sok-sok an buka baju telanjang kalo gak biasa, apalagi kalo ujung2nya masih minta dikerokin, inget ini naik gunung bukan konser atau mandi berjamaah.. Semaksimal mungkin buat suhu tubuh tetap panas

4. gunakan waktu istirahat untuk minum, gak usah air segalon ditenggak, secukupnya ajah.. .
.
5. Saat istirahat, atur nafas lagi hingga kembali normal, hindari teriak-teriak norak kaya lg konser dangdut keliling, gak enak mengganggu penghuni sekitar.. .
.
6. Amati medan saat beristirahat, nikmati keadaan alam sekitar dan ciptaan Yang Maha Kuasa, curi-curi pandang nikmatin pendaki lain yg lewat juga boleh… Heh, jangan caper nanti jd baper.. .
.
7. Saat istirahat, bisa ambil cemilan cepuluh cebelas, buat ganti karbo yg udah terbuang.. Perut juga butuh di isi, bukan cuma hati yg kudu diisi..

8. Jangan lupa, ngecek lagi personil yg jalan bareng sama lu.. Jgn ninggalin temen dibelakang, pastikan keadaan semuanya aman baru memulai jalan lagi

9. Yg terakhir dan penting, cek lg barang bawaan, jgn meninggalkan sampah, cukup kenangan ajah yg ditinggal… Sekian tips kacrut dari anak bebek semoga bisa bermanfaat bagi setiap insan yg membacanya

Berita Duka Dari Gunung Semeru

Kabar sedih lagi dari gunung Semeru..
Ada pemuda warga Swiss yg hilang di Semeru.
Hampir setiap bulan dapat kabar sedih dari gunung, mulai dari yg hilang sampai yg meninggal. Rata-rata kejadiannya human errors karna persiapan yg kurang.

Yg lebih miris lagi Pendaki asal Swiss ini mendaki ILEGAL alias gak ada izin atau gak lapor ke petugas.

Banyak orang yg bangga menerobos dan mendaki secara ilegal, gak ngelapor, dan bangga hemat uang 10.000, 35.000, 27.500, 20.000 demi atas nama hemat, tidak melakukan kewajiban bayar ke negara yg notabene yaeeelllaaaaaahh uang segitu udah bagus bgt murah bisa nikmatin alam Indonesia.. Malu! Jalan2 kesana-kemari pamer bisa.. Tp bayar izin gak mau.

Terus ada yg nanya : “Kan Alam ciptaan Tuhan, masa mau nikmatin ajah harus bayar?” – Jawaban gue : “Lu kata, lu mau ngelola gunung segitu gede, beresin, bikin jalur, ngatur pencatatan flora fauna, dll semua dihitung secara gratisan?” Hellooowww.. Boker ajah sekarang bayar keleess.

Catatan :
Kalo kita gak melapor dalam mendaki satu gunung, kalo hilang susah dilacak, gak ada yg tahu.. Ini gak keren sama sekalii..

Berbijaklaaahh…
Kalo harus bayar yah bayar..
Kalo harus izin yah izin..
Kalo harus pakai guide yah pakai guide..
Kalo gak bisa naik gunung sendiri, yah jangan dipaksain, carilah orang yg berpengalaman, sewa porter jg gak dosa kok, berbagi.. membantu perekonomian warga lokal gak rugi lah… .

Maaf bukan maksud menghakimi, tp dari setiap kejadian kita bisa belajar banyak.. Dan semoga tidak ada kejadian serupa lagi.. Semoga Survivor cepat ditemukan… Amin!

Buat gue air minum adalah salah satu komponen penting yg harus dibawa saat Summit Attack karna saat mendaki, tubuh tetap membutuhkan asupan air.

Tapi sayang, belakangan ini gue masih liat beberapa pendaki yg anggap remeh Air Minum saat Pendakian ke Puncak, alasanannya, puncak mah deket bisa tektok, tp mereka suka lupa bahwa bagian terpenting adalah saat turun dari puncak, kita tidak pernah tau kapan tubuh akan dehidrasi atau bahkan resiko tersasar bisa terjadi.

Apa jadinya kalo Summit Attack gak bawa air minum terus pas turun kesasar?
Jeng jeng.. Apa susahnya yah membawa botol minuman?

So.. Kemanapun gue mendaki gunung, summit attack atau traveling, gue selalu bawa-bawa botol isi ulang dan gue berusaha untuk mengurangi penggunaan botol minum kemasan karna gak ramah lingkungan.. .

Ini salah satu bukti gue cinta lingkungan, bagaimana dengan kalian?

Banyak Tempat Bagus dan Indah di Indonesia

Indonesia itu keren banget! Banyak tempat-tempat wisata yg menarik dan wajib dikunjungi. Hampir di setiap kota punya keunikannya tersendiri, salah satunya Flores yang terletak di daerah Indonesia bagian timur.

Nah buat temen-temen yg mau lihat Komodo di Indonesia, bisa langsung dateng ke Taman Nasional Komodo. Bukan cuma bisa liat komodo ajah disini, tapi banyak aktivitas lain yg bisa dilakukan contohnya Snorkeling, Diving, Island Hopping, Sailing, sampai duduk-duduk cantik di pantai juga bisa. Budaya dan keindahan alamnya emang bikin tempat ini jadi makin eksotis.
Masih seputaran Merapi dan kemarin cuaca di Merapi cukup bersahabat pas diawal trekking.
Dan malamnya, jeng-jeng cuaca berubah hujan deras bercampur angin.. Tapi senangnya adalah malam hari itu cuaca jadi hangaaatt banget..  inilah bagian yg gue suka dari hujan di malam hari.. Hujan selain bikin galau tapi bikin anget juga
Bersyukur bisa kembali lagi melihat megahnya Merapi kemarin
Memasuki bulan ini memang curah hujan sudah mulai tinggi, jadi buat temen-temen yg mau mendaki persiapkan semua sesuai dengan prosedur keselamatan karena tidak ada yg bisa menentang perubahan cuaca di alam

Buat gue kaki adalah aset yg harus dilindungi.. Berkali-kali gue tulis soal ini dan menurut gue sama kaya kalo naik motor harus pakai helm karena alasan keselamatan untuk melindungi kepala bukan karna takut ditilang pak polisi
Kecuali kalo otaknya ada di stang motor jadi yg dipakein helm itu stang motor .

Anyway, sepatu series Cypress dari eiger ini enak banget.. Ringan, durable, vibram dan cocok di segala medan jalur seperti di Merapi kemarin.

Buat gue pakai sepatu bukan karena alasan kenyamanan tp keamanan. Nyaman itu bisa dibuat terbiasa kok, awal-awal mungkin gak nyaman pakai sepatu, tp coba biasakan dan rasakan manfaatnya lama-lama jadi terbiasa apalagi kalo sadar akan keselamatan kaki.

Ps. Salute plus tepuk tangan buat temen-temen yg masih sayang kaki nya dengan memakai alas kaki yg sesuai dengan keselamatan *peluk satu-satu

Cara Melawan Rasa Takut Saat Mendaki Gunung

Setiap orang pasti punya rasa takut saat mendaki gunung.. Biar hanya setitik tapi ada kekhawatiran yg kalo dibiarkan bisa mengganggu kegiatan.
Apa yg elo takutkan kalo mendaki gunung? Ayo #DiskusiBarengAbex dan kita cari solusi supaya gak takut lagi

kalo ditanya kaya gini, tiba2 banyak rasa takut yg muncul dalam pikiran contoh :
1. Takut dingin << laaahh ini kenapa naik gunung kalo takut dingin?

2. Takut gelap & takut pipis sendirian << Kalo gelap bisa bawa headlamp atau senter, kalo takut sendirian, bisa minta temenin

3. Takut ketinggian << Nah Loh!! Kenapa main di gunung? Eh ini gue banget loh..

4. Takut tersesat dan tak tau arah jalan pulaaaanng, aku tanpamu butiran kentut.. *siapa yg ikutan nyanyi? << Tersesat? dgn banyak belajar & mendalami ilmu mountaineering rasanya bisa dihindari, tp jangan lupa walaupun ilmu banyak, harus tetap jaga mulut, sikap & prilaku selama di gunung. If you know what I mean

5. Takut kenapa-kenapa << hellaaww.. Gak usah di gunung, kalo kita gak well prepared dimana ajah bisa kenapa2. Persiapan yg baik menunjang perjalanan yg baik!

6. Takut ditinggal (pas lagi sayang-sayangnya) << gue juga punya ketakutan yg sama ketika di gunung, gimana kalo ditinggal temen sendiri? Well, elu tau kok dan belajar utk bisa memilih teman pendakian yg baik

7. Takut pasang Gas di kompor, lalu suruh temen cowoknya yg pasangin << laaahh lu pikir kalo meledak si cowok juga gak bakal kena?

Hayoooo takut apalagi? Sharing dong pengalaman kalian dan gimana cara mengatasinya?

Yg paling kelise kalo masalah takut adalah TAKUT BAPER! setelah pulang dari pendakian. Baper sama gunungnya gak bisa move on, baper sama temen sependakian karna cinlok, dan biasanya yg baper itu karna udah terlalu nyaman.. *ealaaahh gue bahas apaan sik?!

dicatet yaahh keluar nih di ujian
* bahaya itu pasti ada,tinggal gimana belajar mengatasi & menghadapinya, Takut itu adanya dipikiran, tinggal bagaimana cara elo mengolah supaya rasa takut itu tidak mengganggu elo. Pilihannya larut dalam ketakutan lalu gak berbuat apa-apa, atau berjalan terus menikmati dan melawan ketakutan itu*

Salah Satu Impian yang Tercapai

YEAY!! Akhirnya bisa ngajak Mom and Mami mendaki gunung.. perkenalkan mereka adalah nyokap-nyokap gue, Mom and Mami belum pernah mendaki gunung sebelumnya, dan ini adalah yg pertama kali.. mungkin kalo buat Mom, gak pernah kepikiran karna gue pernah ngajak Mom ke Gunung Gede hanya trekking ke Air Terjun Cibereumnya ajah itu udah bikin beliau kapok capek katanya karna waktu itu tidak pakai sepatu proper.⁣⁣
⁣⁣
Kalo untuk Mami, ini adalah salah satu mimpinya bisa mendaki gunung, camping, ngerasain kehidupan di gunung maklum ngelian gue dan Billy sering mendaki apalagi itu jadi salah satu pekerjaan kami, jadi gak ada salahnya jika mereka gue kenalkan dengan pekerjaan kami. ⁣⁣
⁣⁣
And I’m SUPER HAPPY! awalnya agak khawatir, mikirin gimana kalo mereka kedinginan, kalo mereka gak suka? Ternyata semua pikiran itu bisa gue atasi dengan pikiran positif, entah gimana gue percaya ajah kalo mereka akan kuat dan akan enjoy dengan suasana Papandayan. ⁣⁣
⁣⁣
Mungkin hanya Papandayan yg kalo buat kalian mah ini bukan gunung, etapi tetep ajah walopun ga tinggi banget dan udah jadi gunung wisata, yah tetep ajah gunung ini ada tanjakan, jalan berbatu, udara dingin, oksigen makin tinggi tipis, dan untuk mereka yg sudah berumur hampir 60 tahun ini, tentu bukan hal yg mudah apalagi tidak terbiasa dengan mendaki gunung. ⁣⁣
⁣⁣
Thank God, mereka sangat amat mengikuti aturan safety yg udah gue briefing DAN MEREKA GAK NGELUH SAMA SEKALI!! Capek yah berhenti, diajak foto-foto yah seneng, pas camping yah ketawa-tawa, sampai besoknya wajah mereka masih fresh. Dan yg terpenting, jangan pernah sepelekan jalurnya, mau cuma Papandayan kek, gunung gede kek, tetep ajah itu gunung, alam punya cerita masing-masing yg gak bisa ditentang oleh manusia 🙂 ⁣⁣
⁣⁣
Well, I’m so PROUD of you Mom and Mami! ⁣Melihat mereka gak lagi muda, bisa tertawa lepas menikmati liburannya, that’s just beyond my happiness.
Sadar karna waktu gue gak banyak utk mereka, minimal gue dan Billy hanya berusaha bikin mereka senang dan bahagia 🙂 ⁣⁣
⁣⁣
Sehat selalu Mom, Mami, next kita ke Ranu Kumbolo yes?

Outfit yang Cocok untuk Traveling

Akhirnya posting tips lagi, gue mau berbagi nih outfit apa ajah yg bisa dijadikan refensi untuk “on the go” atau “saat di jalur awal pendakian”⁣. Simak ya khususnya buat kamu para traveler pemula!

1. Pertama, gue memilih outfit sesuai dgn medan/kalur pendakian. Gue suka banget pakai legging / Legging Skirt dari Eiger ini, walapun ada roknya tapi tetep bikin gue bebas gerak⁣

Legging skirt ini berbahan quick dry yah, nah biasanya gue akan mix match sama atasannya & gue wajib pakai Base Layer yg mampu menyerap keringat dgn cepat yg berbahan cepet kering. Biar gak gampang masuk angin juga nih⁣

Seperti di slide no 3, kadang legging gue double pakai celana pendek yg berbahan quickdry juga. Kaya pendaki tempoe doeloe ⁣⁣⁣⁣⁣⁣

2. Kalo medannya terbuka, gak banyak semak, panas contoh kaya Papandayan, Merbabu dll, gue akan pilih pakai celana pendek. Tetep bawa cadangan celana panjang yg bisa dijadikan jas hujan. ⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣

3. Kalo medannya hutan yg banyak semak belukar padet rapet kaya Latimojong, Tambora, Salak, dll gue pilih pakai celana panjang

4. Kadang pakai celana 3/4 selutut juga OK, yg penting bahannya ringan dan cepet kering⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣

Dan gue #AntiJeansClub monmaap gak mau nyiksa diri, udah tau bahayanya pakai jeans gimana.. ⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣
⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣
5. Kalo mendaki di Himalaya / pegunungan es yg lainnya, saat jalan gue pakai legging juga yg agak tebal atau pakai celana panjang quick dry kaya biasa. Atasannya lengan panjang dan double dgn windbreaker / insulation ⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣

6. Dan ternyata trekking pakai Kemeja juga keren loh..itu yg gue pakai mirip sama kemeja lapangan, berbahan quick dry juga, gak terlalu tipis & bahannya gak kaku juga⁣. Orang luar kalo trekking byk juga yg pake kemeja begini⁣⁣⁣⁣⁣⁣

7. Apapun base layernya,tetep ajah kalo misal berangin yah pakai windbreaker/ insulation jadi ini wajib dibawa di tas ⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣

8. Aksesoris? Gak jauh dari Topi, Buff / Slayer, gue anaknya malas yg ribet

10. Sepatu,namanya mendaki gunung yah wajib pakai sepatu gunung, sorry No Sandal On the trek, gak safety IMHO 🙂 ⁣⁣⁣⁣⁣⁣

Fenomena Alam yang Sangat Langka Part 2

Sesuatu berwarna hitam gelap muncul kemudian tenggelam kemudian timbul tenggelam lagi di permukaan laut. Mulanya satu. Kemudian dua. Kemudian tiga. Kemudian banyaaaaaak. Sirip atas mereka yang khas membuat Devmin menganga. “Opos, itu lumba-lumba kah ?” tanya Devmin. “Iya, mbak ! Cepat foto!” Bukannya mengambil kamera, Devmin malah menuruni bukit karang tadi menuju pesisir yang lebih dekat dengan pasukan lumba-lumba yang kali ini melakukan atraksi melompat tinggi kesana kemari. “Arus dingin sudah di mulai Mbak” lanjut Opos.

Arus dingin. Masyarakat Alor biasa menyebutnya seperti itu. Dimana kondisi air laut berubah menjadi sedingin es. Kondisi ini menyebabkan ikan-ikan yang berada di perairan Alor Kecil keluar ke permukaan. Parahnya lagi, menyebabkan ikan-ikan kecil mati kemudian terdampar begitu saja di pesisir. Ikan-ikan yang mati inilah yang di kumpulkan oleh warga. Arus dingin ini sendiri biasanya hanya terjadi 2 jam setelah itu suhu air menjadi normal kembali. “Memangnya dingin banget Pos?” tanya Devmin. “Coba saja mbak rendam kaki di airnya. Kalau tahan sampai 5 menit, saya kasih uang seratus ribu” ucap Opos. Devmin pun menjawab tantangan Opos. Baru saja air kena jempol, Devmin langsung berteriak “Allahu Akbar”. Airnya terasa seperti es yang mencair. Sangat-sangat dingin. Bahkan Devmin sempat melihat ada uap yang keluar dari permukaan airnya.

Menurut warga lokal, belum ada penjelasan secara ilmiah atas fenomena arus dingin ini. Pernah ada beberapa peneliti dari Perancis dan Jepang, namun hingga saat ini hasilnya masih nihil. Masyarakat lebih populer akan andil kekuatan magis serta sejarah mistik yang katanya berkaitan dengan Ratu Penguasa Laut Selatan.

“Mbak, saya tinggal ke sana dulu ya. Saya juga mau tangkap ikan” Ungkap Opos sembari menunjuk salah satu pesisir pantai. “Oh, iya Pos. Nggak papa. Saya masih ingin melihat lumba-lumba”. Selain Opos ternyata warga lain pun berhamburan berenang di laut demi menangkap ikan. Asli loh, itu airnya dingin banget. Entah terbuat dari apa tubuh dan kulit mereka sehingga bisa tahan dengan suhu air yang mungkin sudah hampir nol derajat itu.

Tak terasa sudah sekitar 2 jam Devmin tercengang menyaksikan momen langka ini. Orang-orang pun sudah mulai naik ke daratan kembali. Devmin mencelupkan lagi kaki ke air laut, air kembali ke suhu normal bahkan mulai agak hangat. Arus air laut pun kembali tenang. Tak ada lagi pusaran-pusaran kuat. Lumba-lumba yang tadi berparade pun sudah hilang. Burung-burung pemangsa ikan hanya tinggal satu dua entah kapan perginya. Sungguh fenomena luar biasa yang membuat Devmin bersyukur bisa menikmatinya langsung.

Devmin mengedarkan pandangan, mencari Opos yang tadi katanya menangkap ikan. Setelah menemukan sosok Opos, Devmin pun menyusulnya. Sesampai di hadapannya, ia pun berkata : “Mbak, tolong foto saya. Saya banyak tangkap ikan”.

Fenomena Alam yang Sangat Langka

Malam ini Devmin mau sharing sebuah peristiwa unik yang begitu langka. Yang konon katanya, cuma terjadi setahun tiga kali (bahkan ada yang bilang setahun sekali tjoy !!!). Fenomena ini bisa di kategorikan satu-satunya di dunia dan itu cuma ada di Alor, Nusa Tenggara Timur. Devmin benar-benar merasa beruntung sekali karena bisa mendapatkan pengalaman luar biasa ini. Sebenarnya kejadian ini sudah di mulai sejak kemarin. Namun, Devmin baru ada waktu untuk explore hari ini.

Hari minggu, 22 Februari, waktu telah menunjukan pukul 12 siang ketika Devmin tiba di Desa Alor Kecil. Desa itu begitu ramai sekali oleh bondongan warga. Tidak seperti pada kunjungan Devmin sebelum-sebelumnya diwaktu yang sama, desa ini begitu sepi bagai hati yang telah lama tak berpenghuni, hihihi… Hari ini tampaknya semua warga memilih berada di luar rumah. Baik pria atau wanita, orang tua, dewasa, alay, remaja dan anak-anak, semuanya menghabiskan waktu bertengger di pesisir pantai. Dan kebanyakan dari mereka membawa peralatan untuk menangkap ikan, mulai dari ember, gayung, jala, jaring, panah ikan hingga tombak kecil. Perahu-perahu nelayan yang biasanya berlabuh, berlayar simpang siur seperti sedang ada karnaval laut.

Bersama seorang teman lelaki asli Alor bernama Opos, Devmin meninggalkan pesisir pantai yang begitu ramai. Opos mengajak Devmin berjalan kaki menuju bukit karang yang agak sepi. Ketika sampai di atas bukit, pemandangan begitu indah. Pesisir pantai Alor Kecil yang berhadapan langsung dengan Pulau Kepa terlihat eksotis walaupun langit tidak begitu cerah.

Oya, jarak penyebrangan antara Alor Kecil ke Pulau Kepa tidak begitu jauh, hanya sekitar 2 kilometer. Bila hendak ke Pulau Kepa, kita bisa naik ketinting (sejenis perahu kecil) dengan membayar Rp. 25.000 untuk sekali keberangkatan.

Siang itu memang tidak terlalu cerah. Beberapa awan mendung sepertinya sudah siap “muntah”. Namun, Devmin tetap semangat. Tak berselang lama, apa yang Devmin nggak pernah saksikan seumur hidup pun terjadi.
Tiba-tiba ratusan burung berwarna putih berparuh tajam datang bergerombol, seperti burung pelikan tapi Devmin juga tidak yakin. Opos yang Devmin tanya juga tak begitu tahu itu jenis burung apa. Mereka terbang berputar-berputar di langit sekitaran pantai. Sesekali mereka menukik ke permukaan laut seperti mengambil sesuatu. Air laut yang tadinya tenang berubah menjadi arus yang begitu kencang. Aliran air yang deras menimbulkan beberapa pusaran-pusaran air yang begitu kuat. Hingga kemudian Opos berteriak : “Mbak, ayo cepat ! Siapkan kamera arahkan ke tengah laut !”

Pos TNI AL Oeseli, Rote Selatan, NTT

Selamat siang! Selamat menikmati makan siangnya ya Guys dan tetap semangat walau hujan menghadang!

Kembali lagi di #rotecatatanbackpacker alias rubrik SPOT yang sekarang lagi membahas Rote nih. Nah seperti apa yang Yudmin tulis di Bio akun @catatanbackpacker, “we explore instead of travel” . Jadi kami lebih mengeksplor daripada ke tempat wisatanya langsung. Lho hubungannya apa min? Nah spot selanjutnya ga ada hubungannya dengan wisata but, you must know hehe.

Pos Marinir Oeseli. Wah apa nih min? Pos marinir ini merupakan pos yang cukup vital di Pulau Rote. Kalau kamu mau tahu, setau Yudmin ada 3 buah pos Marinir di Rote (CMIIW), satu di pulau Ndana, dua di pulau Rote (Pos Oeseli dan Markas TNI AL) . Lho kok banyak banget min?

Wajar sob, namanya juga titik paling selatan. Apalagi Indonesia langsung berbatasan dengan Australia yang dibatasi oleh laut bukan darat. Jadi yang menjaga keutuhan bangsa kita pasti TNI yang selalu siap siaga di perbatasan nih.

Nah di Pos Oeseli ini sendiri, tugasnya lebih ke mengantar pasokan ataupun keperluan markas marinir di pulau Ndana. Saya juga sempat mengobrol dengan Pak Purwanto, yaitu kepala Marinir disana. “Kegiatannya ya pasti mengantar pasokan, jika ada apa2 kami juga mendapatkan informasi paling pertama untuk disebarkan ke markas lain”, ujarnya.

Disini, para marinir kadang mengisi kegiatan dengan membuat kapal2an dari kayu, dan kadang suka dijual kembali. Masa Bakti mereka kalau ga salah harus 2 atau 3 tahun Yudmin lupa. Tapi Yudmin salut ya mereka jauh dari keluarga di pedalaman dan tetap semangat meskipun, kerasa sih bete banget ditempat sepi. Mereka cerita juga kadang suka ada mistis2 haha.

Biaya: No Cost.

How to Get Here: Dekat sekali dengan mesjid Oeseli.

Saran: Coba baik2 sama marinirnya deh. Kalau kamu bisa dekat dengan para marinir, kamu bisa dapat tumpangan gratis ke Pulau Ndana. Yudmin ditawarin waktu itu menumpang kesana tapi gapunya waktu jadi gajadi hehe.

Suku Bajo Pengembara Lautan yang Handal

Sekarang lagi ngobrol masalah diving bersama teman2, dan berujung pertanyaan berapa tahan kamu bisa tahan nafas di bawah air. Dan seketika Yudmin teringat sesuatu, kisah tentang Suku Bajo.

Salah satu suku unik di Indonesia ini sangat terkenal dengan pengembara lautan yang sangat handal sekali. Masyarakat suku bajo dapat berenang, menyelam, seakan – akan hidup di air dan menyatu dengan kehidupan air. Apabila anda pernah melihat atlantis, ya kira – kira seperti itulah yang dapat kita gambarkan pada suku bajo yang mahir sekali berenang.

Suku Bajo sendiri seperti film Waterworld, yakni film tentang orang yang tinggal dilautan. Suku Bajo ini sendiri beneran suku yang tinggal dan hidup di lautan. Bahkan rumah2 mereka didirikan di atas laut. Mencari makan dari laut. Semenjak dulu, dari zaman Nenek Moyangnya, selalu seperti itu.

Waktu itu Yudmin mampir ke Suku Bajo yang berada di dekat Pulau Kaledupa-Wakatobi dan ternyata untuk mencapai ke kampung suku Bajo, Yudmin harus naik kapal katingting alias sampan untuk menyebrang ke kampungnya, karena memang tidak ada jembatan untuk menuju kampung di atas air itu. Dan dimulailah percakapan Yudmin dengan pemuda suku Bajo diatas kapal.

Karena sudah terbiasa di bermain di lautan, organ tubuhnya sudah beradaptasi dengan laut. Suku bajo bisa menyelam sangat dalam hingga puluhan meter bahkan dengan sekali tarikan nafas mereka bisa menahan nafas sampai 30 menit! Bahkan sampai dibahas di BBC dan banyak peneliti yang meneliti paru-paru para pemuda Bajo lho!

Kalau dipikir2, orang biasa tahan nafas palingan 2 menit maksimal 5 menit udah keren. Kalau Yudmin 1 menit aja rasanya udah mau tepar. Dahsyat memang suku Bajo!

Awalnya memang ragu, tetapi saat melihat para anak2 yang begitu lihai berenang, Yudmin percaya memang suku Bajo adalah salah satu kearifan lokal dan budaya yang harus kita jaga. Tapi lucunya, kenapa pas Yudmin ajak foto itu anak kecil pada lari ya? “Takut ah sama Om Brewok, Serem” teriak salah satu bocah Bajo.

Tinggal di Hutan Selama 2 Bulan

Serem juga ya kalau baca judulnya, ngebayangin gimana rasanya tinggal di hutan yang susah signal dan juga bisa saja binatang buas datang. Belum lagi bagaimana rasanya tinggal tanpa listrik di zaman yang kita sudah terbiasa dengan internet dan listrik. Nah, kali ini kita akan membahas liburan yud yang menginap selama 2 bulan penuh di hutan. Apakah ada pengalaman tak terduga saat tinggal di hutan?

Mari merandom sambil menunggu bahasan spot dari Devmin yang sekarang lagi ga ada sinyal nih, terakhir info ya lagi ngajar di sekolah. Nah kembali ke laptop, min maksudnya apa tuh min tinggal di hutan 2 bulan? Gimana ya rasanya.

Iya, Yudmin mau sharing tentang pengalaman Yudmin waktu flying camp selama 2 bulan di hutan daerah Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara. Saat itu, Yudmin mendapatkan sebuah project untuk meneliti hasil drilling dari pemboran geothermal. Maklum, mahasiswa Geologi emang blusukan cari yang namanya project, dan emang hasil dari project itu buat tabungan travelling sih. Saat itu, kita ngecamp bersama 3 orang Geologist. Posisi bener ditengah hutan, no signal. Setiap hari kerjaannya begitu aja ngeliat mesin bor naik turun. Pernah suatu ketika di godain sama mahluk halus saat lagi di Toilet. Namanya toilet dadakan, jadi cuma sekedar triplek gitu aja dengan tutup atas berupa terpal.

Nggak lama, lagi asik jongkok, tiba-tiba kedengeran suara “Pokpok-PokPok”. Suaranya keras banget rasanya gak jauh dari camp. Saat itu Yudmin menyangka hanya suara binatang malam. Tetapi, setelah ngobrol sama anak-anak Kota Palu Sulteng saat Yudmin explore Sulteng, memang di Sulawesi masih ada mahluk halus yang bernama PokPok itu. Bunyinya ya PokPok. Kalau bersuara keras artinya di jauh. Kalau suaranya kecil, berarti dia dekat. .

Dihutan selama 2 bulan aneh-aneh aja deh serius. Meskipun kadang kita keluar hutan cari sinyal, tetep aja pas balik kedalam hutan lagi, suasana hutan yang gelap dan sepi, kadang bikin merinding! Hihhh!

Pernah punya pengalaman aneh nggak Guys selama jalan-jalan?

Wisata Gua Batu Cermin di Flores

Selamat siang! Selamat menyantap makan siangnya!

Kembali lagi di rubrik spot, yang masih membahas Flores. Kali ini, Yudmin akan membahas satu spot menarik di kota Labuan Bajo. Yuk disimak!

Gua Batu Cermin. Gua yang terletak dekat dengan kota Labuan Bajo ini sangat menarik sob buat dikunjungin! Dinamakan Batu Cermin karena di dalam gua, ada genangan air yang terlihat seperti cermin saat cahaya matahari masuk melewati celah-celah gua. Jadi kamu bisa berkaca di genangan air itu! Wow!

Gua yang sangat gelap ini juga memiliki beberapa spot didalamnya. Sebut saja Spot Bunda Maria, Batu Susu, fosil hewan, dan lain-lain. Kalau kamu berani, kamu bisa naik ke atas gua dan melihat pemandangan yang sangat keren binggo! Serius! Tapi hati-hati, jalur naiknya cukup ekstreme.

Tempat wisata ini sering juga disebut dengan perut bumi. Hal ini karena ketika mengunjungi gua batu cermin, kita akan masuk ke perut bumi yang sangat dalam sehingga hawanya menjadi lebih panas dan ekstrim di dalam sana.

Ketika masuk ke kawasan batu cermin, anda akan melihat gapura yang bertuliskan wisata batu cermin. Di sekitar tempat wisata terdapat banyak sekali monyet – monyet lucu yang dapat dilihat di sekitar tempat wisata karena merupakan habitat asli dari ras monyet tersebut. Tetapi monyet tersebut tidak pernah mengganggu pengunjung loh. Mungkin mereka sudah terbiasa..

Jadi buat kamu yang lagi di Labuan Bajo, wajib mampir kesini! Nggak jauh kok! Heuheu.

How to get there: Bisa sewa ojek atau sewa angkot, karena setau Yudmin ga ada yang ke arah sana. Bilang aja mau ke Gua Batu Cermin.

Biaya: Biaya masuk perkepala kalau nggak salah 5ribu rupiah. Kalau mau pakai guide nambah lagi.

Saran: Datang jangan terlalu sore. Baiknya jam 10-12. Cahaya matahari akan masuk kedalam celah dan cukup keliatan pantulan air yang seperti cermin. Awas licin, dan banyak kelelawar. Kalau mau naik keatas gua harus hati-hati karena masih jalur percobaan (saat itu) .

Etika Bertanya Kepada Sesama Traveler

Nggak kerasa, dua hari lagi kita lebaran. Udah siap menyambut diri yang baru? Udah siap ditanyain kapan lulus dan kapan nikah? Nah disini kita akan membahas rupanya ada beberapa etika yang harus dilakukan dalam bertanya ke sesama traveler loh. Pastikan kamu yang suka traveling membaca ini ya!

Kembali lagi di tipsCatatanBackpacker, nah Yud mau share lagi nih. Katanya, malu bertanya sesat dijalan. Nah apalagi buat traveler, quotes diatas bener banget. Tetapi selalu ada etika dimana kita mau bertanya kepada traveler lain. Inspired from Mas Fahmi @catperku, yuk kita intip etika saat bertanya!

1. Sebaiknya, jangan bertanya tanpa modal sedikitpun.
Maksudnya gimana tuh? Kaya gini “Sob aku mau ke XXX, gimana caranya, bayarnya berapa, menginap paling murah berapa, kulinernya apa aja? Makasih.”. Waduh sob, sebenernya pengen banget jawab pertanyaan seperti ini, tapi usahakanlah sudah minimal cari tahu sedikit. Banyak kok blog atau akun IG yang sharing tentang tempat menarik dan biayanya. Kalau kamu nanya seperti ini, kapan mau ngerasa get lost nya? Ayo kamu traveler, harus bisa cari tau ke banyak sumber!

2.Murah itu Relatif.
.”Gan, penginapan yang murah dimana? Transportasi naik apa yang paling murah?”. Kembali lagi, murah itu relatif. Ada yang menggangap nginep 100ribu itu mahal, ada juga yang bilang murah. Jadi sesuaikan dengan kebutuhan kamu. Kalau bisa sih ya sebut aja berapa biasanya kamu menginap. Jadi lebih enak kan. Kadang, backpacking gak harus semuanya tentang murah dan gratis. Kalau agak mahal dikit tapi ada pengalaman yang tak terlupakan, kenapa nggak?

3.Jangan pernah bertanya dengan memaksa.
Traveler lain bukanlah traveler agent! Mereka juga punya kehidupan pribadi, pekerjaan yang harus dilakukan tiap harinya, gak selalu mengurus blog atau IG nya. Kalau ada waktu, Insya Allah dijawab. Butuh info cepat ya langsung ke travel agent saja.

Itulah mengenai tips etika bertanya, ya lagi ini merupakan tips subjektif, jadi pendapat orang berbeda-beda. Berbeda itu indah bukan? Ingat, pertanyaan yang bagus, akan mendapatkan jawaban yang memuaskan.

Opini Kamu Jangan Travelling! Kalau?

Kembali lagi di rubrik opini #opinicatatanbackpacker! Sebenernya ini repost, tapi udah lama banget dan menarik utk dishare. Jadi mari beropini gaes! Kenapa harus beropini? Karena opini bakalan mengembangkan pola pikir kita sebagai traveler, dan pastinya akan memperluas sudut pandang kita juga. Bener nggak? Sekedar opini 🙂

Btw setuju nggak dengan pic di atas? Kamu jangan traveling kalau hanya bertujuan untuk:

1.Kabur dari jeratan hukum
Pasti, jangan deh kalau kamu cuma ingin menghindar dari hukum. Pasti ngerepotin orang lain. Setuju?

2.Menghindar dari realita
Nah kalau kamu traveling untuk menghindar dari realita, coba pikir lagi apa bakal memperbaiki keadaan? Mungkin merefresh pikiranmu atau menjadikan pikiranmu lebih positif. Kalau ini tergantung masing-masing ya.

3.Marah
Kamu traveling karena marah? Wah hati-hati deh. Sepengalaman, kalau emosi lagi ga stabil, travelingnya jadi acakadut banget. Malah bawaannya bete sama setiap orang baru yang kita temui. Kan teman baru inginnya senyum menawan kamu, bukan garangnya kamu.

4.Malas
Traveling karena malas? Awas lho! Lama-lama bisa jadi nambah malas. Kecuali kalau alasannya ingin refreshing, boleh. Tapi atur aja agar pas beres traveling udah semangat lagi. Jangan nambah males.

5.Traveling adalah satu-satunya cara bahagia
BIG NO! Bahagia itu datangnya dari dirimu sendiri. Bukan dari traveling ataupun orang lain. Meskipun mungkin hobi dan orang lain mempengaruhi suasana, tapi cuma kami sendirilah yang bisa mengontrol kebahagiaan kamu. Kamu adalah sumber kebahagiaan!

6.Ikut-ikutan
Nah ini juga ikut-ikutan lagi agak ngetrend. Jangan ikut-ikutan deh. Kamu bisa aja nggak nyaman dengan gaya traveling temenmu. Misalnya kamu seorang penikmat laut, terus kamu ingin ikut-ikutan naik gunung karena diledek temen, padahal keadaan badan kamu memang nggak bisa bikin kamu naik gunung. Kan malah jadi bahaya. Kalau memang ingin, lakukanlah bukan karena ikut-ikutan. Jangan krn dipanasin temen.

Gimana? Atau punya opini lain? Kalau teman-teman punya masalah yang mana nih? Tag temen kamu deh! Namanya juga opini, yuk berpikir luas.

Source : catatanbackpacker

Telaga Bintang di Papua Wajib Jadi Destinasi Wisata

Telaga bintang merupakan salah satu surga papua yang wajib anda kunjungi. Untuk mengunjungi telaga bintang ini, diperlukan tenaga yang sangat banyak karena harus berjalan kaki. Jadi disarankan bagi yang ingin berkunjung sudah bersiap – siap sejak pagi hari.

Puas mengambil momen di Piaynemo, kami segera turun kedermaga. Dibawah sudah banyak sekali penjual aneka macam hal, dari mulai kelapa, aksesoris, kepiting kelapa yang sebesar bola basket, hingga batu akik.

Para Traveler terlihat tertarik dengan Kepiting Kelapa lalu membeli 2 ekor untuk dimasak di resort. Aku sendiri hanya menikmati air kelapa yang secara instan melepas dahagaku di siang yang terik ini. Ada juga peserta yang melirik batu akik. Sang penjual mulai menjajakan dagangannya.

“Batu akiknya Pak, asli dari Papua.”.

Aku cuma tersenyum saja. Ya dimana-mana batunya pasti asli Papua, kan diambil dari Tanah Papua. Kalau aku ambil batu dari Jakarta kan bisa saja aku bilang batu akik dari Jakarta, pikirku.

Bang Ivan memanggil semua peserta untuk kembali ke kapal. Kami segera melanjutkan perjalanan kami menuju Telaga Bintang. Telaga Bintang lokasinya di Piaynemo juga, tetapi beda viewpoint dan bukit.

Kapal lalu berangkat menuju satu arah bukit yang berbeda. Sebelum sampai di Telaga Bintang, salah satu peserta menerbangkan drone untuk mengambil foto aerial. Semua peserta mengeluarkan kepala dari jendela speedboat dan melambaikan tangan.

Lalu tak lama, kami sampai di dermaga Telaga Bintang. Aku segera memasang sepatu trekkingku untuk naik ke atas bukit karena kami akan menginjak karst yang tajam. Tetapi aku melihat ada sesuatu yang berbeda.

“Lho, kok sekarang ada semennya?”

Ya, sekarang jalur untuk menuju Puncak Telaga Bintang telah di semen, sehingga tidak tajam lagi. Aku dan teman-teman segera naik ke atas, tetapi kali ini aku bergerak jauh lebih cepat dibanding dulu. Dulu, aku hanya menggunakan sendal jepit melawan tajamnya karst.

Sesampainya dipuncak, perjalananku bersama @hamuecorajaampat semakin lengkap. Ada sebuah telaga yang berbentuk bintang, dimana telaga tersebut berisi air yang bergradasi warnanya. Indah sekali.

“Mungkin ini bintang yang jatuh dari langit. Let’s make a wish.” pikirku. Saat berpikir make a wish, aku berpikir yang aneh-aneh.

Mie Lendir yang Berlendir – Lendir

Jika anda pergi ke kepulauan riau, akan ada banyak sekali makanan khas dan pulau yang harus kamu kunjungi. Jangan lewatkan kuliner terenak dan wajib dicoba di kepri ini!

Perjalanan keliling Kepulauan Riau masih banyak yang harus di eksplor. Setelah makan-makan di Akau Potong Lembu, keesokannya kami pergi menyebrang ke pulau Benan. Nah sebelum island hopping pasti sarapan dulu kan, saya request makanan khas dong pastinya. Lalu di gotonglah Yud untuk mencoba Mie Lendir, salah satu makanan khas Kepri!

Mie Lendir ? Kok aneh namanya lendir? Bukan wisata lendir ya! Sebenarnya simpel, mie lendir itu cuma mie kuning direbus pake toge,daun bawang cabe rawit dan telur rebus. Nah yang bikin nagih itu kuahnya gaes, beda dengan kuah biasa, kuahnya itu manis2 pedas gitu! Nah kuahnya itu kental banget seperti lendir, makanya dinamakan mie lendir. Kuahnya sendiri rasanya mirip-mirip kuah kacang, campuran kacang, gula merah, dan gula putih. Sedaaaaaap

Di Kepulauan Riau menu mie lendir banyak ditemukan di pagi hari sebagai menu untuk sarapan lho. Jadi pagi-pagi enaknya makan mie!

Setelah menikmati Mie Lendir yang berlendir-lendir ((Hoek tapi enak)) nah saya melanjutkan perjalanan dengan menyebrang ke salah satu pulau yang ada di Kepri. Mungkin jarang orang tau, karena pulau ini sendiri baru 2 tahun ini di promosikan. Yud mencoba mencari info di google, tapi nihil. Hanya ada beberapa postingan tentang pulau ini, pulau apa sih?

Pulau Benan! Pulau kecil yang terletak di Kabupaten Lingga ini menyimpan banyak kecantikan didalamnya! Terdapat pantai putih bersih dengan koral-koral yang menurut Yud cukup baik, sayang saat snorkling airnya lagi keruh karena ombak kencang. Disini juga terdapat beberapa homestay yang disewakan untuk para turis yang ingin menginap.

Edannya, saat turun dari pelabuhan Benan, yang turun hanya rombongan kami doang! Serius, padahal sabtu minggu lho. Menurut orang-orang Benan, masih banyak turis yang belum mengenal kecantikan Benan. Lagi-lagi Bintan masih menguasai spot-spot wisata yang dilirik oleh pada turis. Semangat Benan, kamu bisa!

Kalau kamu punya waktu 3 hari ditempat kaya gini, enaknya ngapain ya?

Festival Songkran di Thailand Main Tembak-Tembakan

Sudah puas dengan kehidupan malam yang gemerlap di Pattaya, aku memutuskan untuk melanjutkan perjalanan ke Bangkok. Bus dengan tiket seharga 120 Baht ternyata sudah menunggu para calon penumpang di terminal. Aku bergegas agar tak ketinggalan karena terlihat bus sudah membunyikan klaksonnya beberapa kali tanda akan berangkat.

Songkran. Hal itulah yang terngiang-ngiang dipikiranku. Songkran yang menjadi main idea sepanjang perjalanan ini. Festival yang diadakan setiap setahun sekali untuk merayakan tahun baru Thailand pasti akan selalu ramai dan didatangi oleh banyak pengunjung dari berbagai macam negara.

Tahun baru? Tak diwarnai dengan kembang api. Songkran memiliki caranya sendiri untuk merayakan tahun baru. Water Festival alias Festival Air.

Setiap turis yang datang ke Thailand saat Songkran pasti akan tahu mereka akan sangat, sangat basah. Mengapa? Karena semua orang akan mengguyur dan menembak siapapun dengan senapan air tanpa pandang bulu! Disinilah keseruan Songkran dimana gelak tawa dan keramaian menjadi satu, lucu ketika seseorang menembakmu tepat dikepala!

Sudah tak sabar lagi rasanya untuk segera menembak orang lain tepat dikepalanya! Yang jelas, latihan dulu sebelum menembak calon kekasih nanti. Udah siap?

Saat Songkran, semua orang boleh menembak ataupun mengguyur siapapun. Bahkan, banyak anak-anak yang membawa ember dan melemparkan isi air ke dalam bus dan mobil pribadi! Tak boleh ada dendam ataupun amarah.

Musik berdetak kencang dimana-mana. Tetapi tempat yang paling chaos di Bangkok ada di Khaosan dan Silom Road. Rameeeeeee!

Songkran Festival ada baiknya tidak dinikmati sendirian. Kebetulan aku tinggal di salah satu rumah warga lokal asli Thailand yang kukenal via jejaring social. Dirumahnya, ia menampung banyak sekali orang dari berbagai macam negara. Kami saling bertukar cerita dengan mempromosikan negara masing-masing. Diantaranya adalah Tay dari Malaysia, Ling Xie dan Yoyo dari Cina. Kami berjalan bersama menuju festival yang terlihat semakin padat setiap harinya.

Tay, seorang traveller yang berasal dari Sabah, menceritakan pengalamannya waktu jalan-jalan keliling Indonesia. Beberapa tahun yang lalu, Tay mengeksplor Bali, Medan, dan Jakarta. Banyak sekali kesan yang Tay dapatkan. “Setiap kota berbeda Yud, tetapi perbedaan itu lah yang menjadisatukan semuanya.”. Bahkan aku sempat mengajak Tay untuk mampir ke masjid di Thailand untuk mendengar cerita tentang Islam. Tay, benar-benar teman yang selalu ceria dan menghargai sesamanya.

Lho Kok Kapal Ikan?

Aku tiba-tiba terbangun dari tidur lelap karena suara berisik dari dalam dan luar kapal. Dibalik suara banyak orang, terdengar samar suara deru mesin kapal yang melemah, tanda kapal akan segera merapat. Para penumpang mulai bersiap mengambil barangnya masing-masing. Aku yang masih berusaha mengumpulkan nyawa, bertanya pada seseorang disebelahku.

“Pak, sudah sampai Tarempa?”tanyaku.

“Sudah”. jawabnya singkat tanpa menoleh ke arahku.

“Terima kasih, Pak”. Ketus sekali, pikirku.

Setelah mendengar info dari ABK bahwa kapal telah merapat, aku bergegas keluar dari kapal dengan beberapa peserta dari @markitrip. Beberapa orang terlihat sibuk mengambil barang dari atas kapal. Untungnya, aku hanya membawa daypack jadi tak perlu lagi mengantri untuk mengambil bagasi.

Tak lama, sebuah kapal ikan yang cukup besar merapat di dermaga. Kami diajak untuk langsung masuk ke kapal oleh Ester, salah satu tour leader trip Anambas ini. Aku bertanya-tanya, apakah Anambas masih jarang dikunjungi jadinya masih jarang kapal wisata? Karena kebanyakan kapal yang ada di dermaga hanyalah kapal ikan, tak ada satupun kapal hopping island semacam di Kepulauan Komodo.

“Pak, disini jarang kapal wisata ya Pak?” tanyaku pada Nakhoda.

Bapak Nakhoda yang terlihat garang dan memiliki kumis tebal itu menatap kearahku. Pertama kali melihatnya, cukup ngeri juga. Tiba-tiba dia tersenyum.

“Disini masih jarang Dek kapal wisata. Apalagi kapal semacam Pinisi seperti itu. Biasanya para wisatawan menggunakan jasa kapal ikan, itupun terbatas. Kalau punya dana lebih, bisa sewa speedboat tapi harganya jauh lebih mahal beberapa kali lipat.” jelasnya.

“Oh begitu Pak, terima kasih infonya. By the way Pak, kita kemana sekarang?”.

“Pulau Durai, salah satu Pulau cantik yang ada di Kepulauan Anambas. Disana kita bisa melihat penyu yang bertelur. Sekitar tiga jam perjalanan”.

“Duh.
Lagi-lagi aku terbangun dari tidur karena keriuhan para peserta trip. Sepertinya ada sesuatu yang menarik diluar kapal. Karena penasaran, aku mencoba untuk mengintip.

Ya Allah, tak heran Anambas terpilih menjadi pantai tropis terbaik di Indonesia.

Pulau Tengkorak yang Mirip Bikini Bottom

Ketika traveling, tidak heran jika menemukan cerita mistis di sekitar tempat wisata yang kita kunjungi. Nah, ini dia cerita dari @catatanbackpacker ketika mengunjungi pulau manimbora.

Setelah shock ngeliat muka sendiri di danau Labuan Cermin, kami melanjutkan perjalanan menuju Pulau Manimbora. Pulau Manimbora alias Pulau Spongebob (disebut pulau Spongebob karena mirip Bikini Bottom) berjarak sekitar satu jam dari Labuan Cermin. Kami segera tancap gas karena takut ombak meninggi, dan terlihat langit mulai mendung.

Ternyata benar saja, ombak tak mendukung perjalanan kami. Kami dihempas ombak hampir setinggi 3 meter, untung kapal bertahan dari terjangan ombak. Syukur tak lama, angin mulai mereda dan membantu kami untuk merapat di Pulau Manimbora.

Barisan pohon kelapa setinggi rumah bertingkat tiga menyambut kami. Burung-burung camar beterbangan dan mengelilingi kami, seolah tertarik dengan kedatangan kami yang tak diundang ke pulau tak berpenghuni ini. Katanya, di pulau ini juga terdapat tengkorak manusia. Kok bisa ada tengkorak?

Sayapun bertanya kepada guide yang ada..

Saya bertanya-tanya dalam benak, tengkorak manusia siapakah yang tersebar di pulau ini. Untuk menjawab rasa penasaran, saya bertanya langsung kepada guide yang membawa kami.
.
“Oh, dulu ini tempat pemakaman suku Bajau Mas. Jadi mereka dimakamkan disini.” menurut Guide.

“Jadi memang sengaja diletakkan disana begitu saja Bang?”

“Iya sih, tapi dulu juga pernah ada cerita katanya ada yang pernah terdampar disana. Ya banyak kisahlah.” lanjut si guide.

“Suka ada ritual juga Mas Yud setahun sekali, makanya kan ada sisa sesajen tuh kalau diperhatikan”.

Akhirnya saya mendapatkan jawabannya. Katanya, makam itu sudah ada dari zaman dulu. Saya jadi ingat saat saya di Pantai Cipatujah Jawa Barat, malam-malam bolong ada sekelompok orang berdoa bawa sesajen, katanya sih menyembah atau berdoa untuk penunggu lautan. Ya, dimana-mana emang selalu ada yang nungguin, jadi tetaplah sopan dan jaga kelakuan saat traveling, gaes!

Apa kalian punya cerita mistis yang sama saat traveling? Di share dong!

Nyasar Waktu Liburan? Gimana rasanya?

Sebenarnya ada beberapa pertimbangan tatkala tim memutuskan untuk menyewa mobil saja dibandingkan membawa mobil sendiri dari Jakarta. Salah satunya adalah mobil double cabin @portraitindonesia harus nangkring di Surabaya atas undangan sebuah pameran outdoor pada pertengahan bulan November besok. Jika dibawa sekarang, malah tidak efisien karena harus pulang pergi naik kapal dan berujung pada waktu yang terbuang.

Keputusan itu harus dibayar mahal ketika kami melintasi jalan-jalan rusak di Kalimantan. Goyangan dan hentakan jauh lebih terasa dibanding menggunakan double cabin yang sudah teruji ditipikal jalan seperti apapun.

Perjalanan semakin dipersulit ketika lokasi yang kami tuju tak ada di GPS. Menggunakan ilmu kira-kira dan tanya kanan kiri, kami mencoba untuk meneruskan perjalanan mengikuti aspal yang sudah tak karuan lagi bentuknya.

Tiba-tiba Pak Agus berteriak.
.
“Oooooy berheeeeeenti! Jalannya roboh!”.
.
Saya yang sedikit mengantuk seketika terjaga, penasaran akan apa yang terjadi. Dari kaca depan, yang terlihat hanya lautan. Kami langsung keluar mobil ingin melihat apa yang terjadi.

Jalannya roboh!

Jika kami tak hati-hati, bukan tak mungkin mobil kami terperosok ke laut. Jarak antar aspal dan laut sangat tipis sekali! Saat kebingungan, tiba-tiba ada seorang bapak tua datang dan menegur kami.
.
“Hati-hati Pak, dulu ini ada jalannya sampai ke ujung. Tapi sudah rubuh semua,” ucap bapak tua itu.

Kami semua saling berpandangan, untung saja tidak keguling ini mobil. Sambil memperhatikan jalanan yang runtuh, kami melihat keadaan sekitar. Pantai dengan pasir halus berwarna kuning kecoklatan. Tak ada orang, hanya ada beberapa pohon mati yang menjadi ornamen cantik. Pantai ini tak masuk dalam lokasi di GPS, entah pantai apa namanya.

Kadang, perjalanan yang pakai acara nyasar dan beresiko bakalan mendatangkan hasil yang tidak disangka-sangka, seperti pantai tak bernama ini.

Ada yang pernah ngalamin hal yang sama, nyasar terus ketemu lokasi kece?

Seru juga ya kalau tiba – tiba liburan terus nyasar ke suatu tempat dan rupanya malah nemuin hidden gem di tempat tersebut.

Tips Bermain di Curug dengan Aman

Hai! Sudah lama nggak nulis tips. Berhubung dari kemaren eksplor Curug dan mengalami kejadian menyebalkan, ada baiknya menulis tentang tips aman bermain di curug. Silahkan disimak, dan bagi teman-teman yang lain yang mau lihat tips lainnya bisa cek di hashtag #TipsCatatanBackpacker. Yuhuu!

1. Perhatikan Pakaianmu!

Hindari pakaian berat semacam jins! Gunakan pakaian renang atau parasut yang cepat kering. Khusus buat yang cewek sih, kalau main ke Curug tolong jangan pakai baju warna putih atau bening. Kan basah dikit jadi bisa diterawang tuh. Daripada begitu, mending pakai bikini sekalian dah. #eeaaa.

2. Wajib Bawa Baju Ganti

Main ke Curug rugi rasanya kalau gak berenang. Nah, jangan lupa bawa baju ganti. Wajib juga bawa sarung atau kain penutup, antisipasi gak ada kamar mandi buat ganti. Repot urusan kalau pas ganti diintip orang, kan? Jadi enak #eh

3. Pakai Sendal Yang SuperGrip

Namanya main ke Curug pasti lompat-lompat. Nah wajib pakai sendal anti slip, daripada kepeleset terus celana sobek. Malunya itu lho, sakitnya mah ga seberapa. #PengalamanPribadi

4. DryBag!

Gak lucu kan kalau gadget kamu rusak gara2 kena air? Mau seneng-seneng malah mumet. Jadi bawalah drybag atau tas anti air saat beraksi! Jangan sampai tiket masuk yang cuma 10 ribu malah bikin kamu tekor gara-gara nyervis kameramu yang basah.

5. Jangan Berdiri Tepat dibawah Kucuran Air Terjun!

Sebenarnya ini pilihan pribadi. Tapi ada resikonya, kita gak pernah tau misalnya ada kayu atau batu yang terbawa aliran air. Dan pas jatuh dikepala, benjol. Bisa juga debit air yang terlalu keras bikin serasa ditonjok Lho! Hati-hati!

6. Awas Banjir!

Curug bisa jadi sangat berbahaya saat banjir. Hal ini terjadi saat saya kopi trip di Curug Moprok. Banjir besar terjadi, debit air yang super besar tumpah langsung kebawah. Menurut teman-teman, baru sekali ini mereka melihat Curug Moprok banjir sedahsyat ini. Sudah dipastikan orang yang masih berenang akan terbawa arus.

8. Bawa Pasangan

Ya ini sih bebas-bebas saja…. Bersyukurlah yang punya pasangan, kalau jalan-jalan ada temannya. #KodeKeras

Destinasi Wisata Indonesia

Indonesia bagai hamparan permadani dengan keindahan alamnya yang sangat luar biasa, Indonesia memiliki kekayaan alam pegunungan dan kekayaan bawah laut dari SABANG sampai MERAUKE. Indonesia sudah di kenal di seluruh dunia akan kekayaan alamnya. Indonesia juga di kenal akan hasil alamnya yang dapat di jadikan sebagai souvenir jika kita sedang berwisata di suatu daerah daerah yang ada di Indonesia. Berikut tempat wisata yang wajib kamu kunjungi yang akan membuat mu ingin untuk kembali lagi untuk menikmai keindahan alamnya.

SabangSabang, yang berlokasi di pulau weh, Provinsi Aceh Sumatera Utara. Disini terdapat Pulau Rubiah, Pantai Sumur Tiga dan juga ada tempat pemandian air panas. Biasanya orang orang yang berwisata ke Sabang tak lengkap jika belum mengunjungi Tugu 0 km, yang menjadi titik paling barat Indonesia. Jika kamu mengunjungi tempat ini kamu akan mendapat kan sertifikat 0 Km Indonesia, ini sebagai tanda kamu pernah mengumjunginya, di tugu itu kamu juga bisa berfoto.

Danau Toba

Danau Toba adalah danau terbesar di Asia Tenggara, yang juga sangat terkenal dengan keindahan alamnya yang begitu alami. Danau toba memilki budaya yang sangat kental sekali jika kamu berkunjung ke Danau Toba di sepanjang perjalanan kamu akan di sambut dengan keindahannya. Disini kamu tak hanya bisa menikmati keindahan alamnya saja, kamu juga bisa ikut merasakan budaya Batak yaitu patung SIGALE GALE yang dapat menari bersama kamu dan kerabat kamu. Yang terletak di Pulau Samosir untuk dapat mengunjunginya kamu dapat menaiki kapal fery untuk menyebrang.

MentawaiMentawai terdapat di Sumatera Utara, di sini terkenal dengan keindahan alam lautnya, di sini kamu dapat berselancar karena ombak di laut ini sangat lah bagus. Tempat ini juga sudah di kenal oleh mancanegara.

Raja AmpatRaja Ampat merupakan tempat wisata terbaik Indonesia karena keindahan alamnya yang begitu alami,  yang sudah di kenal mancananegara. Raja Ampat memiliki kekayaan bawah laut. Di sini kamu juga dapat membeli souvenir hasil karya warga  setempat yang pengerjaannya masih sangat tradisional.

Paris, Destinasi Paling Indah dan Romantis

Paris yang merupakan ibukota dari Perancis merupakan kota yang paling indah di dunia dari berdasarkan hasil survey oleh Kanada Flight Network. Paris memiliki daya tarik tersendiri sebagai tujuan wisata. Kota ini juga merupakan kota ter-romantis di dunia karena sebagian besar turis yang berkunjung ke Paris adalah turis yang sedang dalam bulan madu ataupun pasangan yang sedang berlibur.

Keindahan kota Paris menjadi lebih lengkap dengan adanya menara Eiffel. Menara Eiffel dikelilingi oleh taman yang cukup besar dimana banyak sekali ditemukan pasangan yang sedang berpiknik, jalan-jalan maupun foto pre-wedding.

Berbagai Wisata Lain yang Indah di Paris

Selain menara Eiffel, Paris yang memiliki 6000 jalan ini memiliki berbagai destinasi wisata lain. Selain tempat yang romantis, berikut merupakan destinasi wisata lainnya yang ada di Paris :

  • Taman Parc des Buttes Chaumont


    Taman ini merupakan salah satu taman terbesar di Paris dan merupakan taman yang sangat indah dimana banyak pohon rindang yang menghiasi taman tersebut dan merupakan lokasi yang tepat untuk menghabiskan waktu meskipun hanya duduk diam sambil memandangi sekitar saja.

  • Pantheon


    Merupakan bangunan mausoleum dari abad ke 18 yang pada awalnya merupakan gereja hingga akhirnya beralih menjadi tempat pemakaman bagi beberapa tokoh utama di Perancis. Tempat ini bisa di kunjungi setiap hari pada pukul 10 pagi sampai 6.30 sore.

  • Palais Garnier


    Ini merupakan gedung opera yang dibangun pada tahun 1861 yang telah berganti nama dari Salle des Capucines menjadi Palais Garnier untuk menghormati arsitek yang membangunnya.

  • Sainte – Chapelle


    Destinasi satu ini berupa gereja Katolik yang sangat megah yang terletak di pusat kota Paris. Bangunan ini telah berdiri sejak abad ke13 oleh King Louis IX. Gedung ini telah menjadi saksi sejarah sejak lama, bahkan menjadi saksi bisu dari perang dunia kedua.

  • Louvre Museum


    Museum ini merupakan ikon lainnya selain menara Eiffel. Bangunan ini berbentuk seperti piramid yang terbuad dari kaca. Terdapat ribuan hasil kaya seni yang legendaris. Louvre juga bisa dijadikan tempat untuk foto pre-wedding.

  • Arc The Triomphe

    L’arc est vu du nord-est, côté avenue des Champs-Élysées.

    Merupakan sebuah monumen besar yang terletak di tengah jalan. Monumen ini dibangun oleh Napoleon Bonaparte pada tahun 1806 yang bertujuan sebagai penghormatan untuk para prajurit yang gugur selama perang.

Alasan Lain Paris Merupakan Kota Terindah

Selain kesana untuk bermesraan dengan pasangan dan berwisata ke berbagai destinasi, Paris juga memiliki makanan yang enak dan berkelas. Mulai dari makanan pinggiran hingga makan di restoran mewah pun ada semua disana. Paris juga memberikan kamu pengalaman lain sebagai turis dari seni, sejarah, jalan di kota hingga beberapa atraksi yang bisa kamu lihat.

Kalau diantara kamu ada pecinta wine, Paris merupakan kota yang tepat untuk menikmati wine. Wine dari Paris sudah terkenal hingga seluruh penjuru dunia. Disana kamu dapat menemukan hampir setiap toko keperluan menjual wine.

Selain wine, disana juga banyak sekali stadion bola yang bisa kamu kunjungi. Bagi para pecinta bola tentunya tau dong akan hal ini, ada club international Paris Saint German yang siap menunggu kalian disana. Macam-macam wisata bisa kamu temukan disana, tidak harus sama pasangan, sama keluarga dan temanpun juga bisa.