Nenek Hobi Traveling Menjadi Inspirasi Banyak Orang

Hari ini seharusnya menjadi hari ulang tahun ke 101 mendiang nenek saya, Hajjah R.A. Toesminah Prawiraadingrat.

Nenek menginspirasi saya dalam banyak hal. Jadi janda pada usia 46 tahun, beliau besarkan 6 anaknya (salah satunya ibu saya) sendiri sampai semuanya sarjana dan sukses.

Nenek sangat suka travelling. Pada usia 70an, dia masih keliling Eropa sendiri. Saya ingat pesan ketika saya khawatir dengan luar negeri sendiri. Katanya, “Ngapain takut? Kalau kamu tidak buta huruf, kamu bisa traveling ke mana saja!”

Nenek juga fasih bahasa Belanda, Inggris, Prancis dan Arab – mengajar secara reguler les bahasa asing, saya salah satu muridnya. Nenek yang tinggi besar ini sangat aktif dan suka berolahraga – renang, tenis, silat adalah hobinya. Kenangan masa kecil saya: nenek lah yang mengantar saya berenang, mengajak jalan-jalan, sampai menemani saya ke roller disco!

Dia benar-benar wanita alfa! Sekarang Anda tahu bagaimana saya menjadi seperti ini! Ah aku sangat merindukan nenekku! Alfatihah. Apa kenanganmu tentang nenek yang paling membekas?

Kemarin sepupu saya @ameirdian minta tolong nitipin Diara, anaknya yang baru berusia 2 bulan, karena dia belanja ke mal sementara bayi tidak boleh masuk mal. Pesannya ke gue cuma, “Kalo bangun, dia nangis. Kasih susu aja, ajak main, tidurin lagi.” Padahal seumur hidup gue nggak pernah megang bayi, malah gue nggak suka sama anak kecil! Nggak taunya semuanya lancar aja. Ini tidak sesulit yang saya kira!

Lucunya, begitu gue posting di medsos, temen2 gue malah senewen. Salah satunya @ci2sri, “Gimana gue nggak senewen, elo kan clumsy, tukang ngejatohin barang!” Bener juga. Kenapa aku nggak takut ya? Gue rasa karena emaknya Diara nggak senewen, gue jadi nggak senewen juga (jadi inget alm nyokap yg nggak pernah senewen biarkan gue traveling sendiri sejak kecil, jadi gue berani aja).

Lalu @francyt nanya, “Jadi lo pengen punya anak nggak abis ngurus Diara?”
Gue jawab, “Tidak. Malah makin bersyukur gue nggak punya anak,” sambil memijat kiri gue yang pegal.

Siapkan Stamina Diri Sebelum Pergi Liburan

Traveling ke berbagai tempat dengan musim yang berbeda seringkali bikin badan ngedrop, terutama kalau perubahan cuacanya cukup ekstrim, misalnya dari daerah tropis yang panas banget ke Jepang saat musim semi, walaupun sakura sudah mekar, kadang suhu bisa drop jadi sangat dingin. Makanya, gue selalu sedia Bio-Formula, dengan multivitamin, ekstrak ginseng, beta karoten dan mineral, pulihkan stamina dan memelihara kesehatan mesti terus bepergian berpindah-pindah tempat!

Raja Ampat

Salah satu spot paling iconic di Raja Ampat: puncak Wayag, naik ke atas sini lumayan, apalagi pas lagi panas banget, naiknya manjatin batu-batu karang tajam, dijamin semua orang jadi lebih hati-hati hehe. Nah, pas di atas viewnya kaya gini, cakep luar biasa, apalagi cuacanya perfect! Siapa yang udah pernah ke sini juga?

Lautan dan air selalu memberi kita inspirasi, untuk mencipta, mencintai, merawat, dan memahami. Raja Ampat juga selalu jadi destinasi yang menginspirasi di Indonesia, tapi ga cuma di Raja Ampat, ada banyak banget lokasi dan destinasi yang bisa memberi inspirasi. Pernah ga kalian trip dan benar-benar merasa di tempat yang memberikan inspirasi?

Belitung

Semoga hari-hari damai seperti ini di seluruh negeri kita, bukan di daerah, karena orang Indonesia sebenarnya hanya baik-baik dan ini kerasa banget klo pergi ke daerah (klo di Jakarta emang kebanyakan orang ngajak berantem terutama klo lagi nyetir ). Jadi, alih-alih menyebarkan kebencian dan ketakutan, mari kita sebarkan cinta, kebaikan, dan kepositifan.

Bermain dibawah matahari terutama di pantai adalah hal yang sangat menyenangkan dan paling aku sukai. Terik matahari yang menyinari air pantai membuat air tersebut bercahaya – cahaya.

rambut dah acak-acakan abis trekking angin kenceng banget di atas sini
matahari sore silau banget wkwk *ini mata berusaha melek**
tapi super happy karna pas kami dateng, di sini bener-bener ga ada orang, cuaca perfect: langit biru, matahari menuju sunset yang kekuningan, angin kenceng bikin adem, pemandangan yang warbiasak dari bukit Batu Baginda.

Camp Pertamina yang Memiliki Tujuan untuk Peduli Bumi

Back to nature with Pertamina di Pertamina Eco Camp setelah sekian lama.. akhirnya camping lagi! Diawali dengan off road bareng Dessy ke Javan Gibbon Center di Taman Nasional Gunung Gede Pangrango, lanjut ke Gunung Puntang, camping dan trekking ke spot-spot foto, dapet pengetahuan tentang kopi juga karena di Gunung Puntang ada lahan tanaman kopi lengkap dengan proses sampai kopinya jadi.

Fakta menarik di sini: sebagian petani kopi di sini dulunya pemburu dan penebang liar yang setelah dibina justru jadi peduli lingkungan dan mengembangkan usaha yang sejalan sama konservasi. Abis ngopi lanjut masak bareng brightgas,walaupun akuh ga bisa masak tapi seru karena peserta pada lomba masak gw ikut seru-seruan. Masih banyak kegiatan lagi nih besok, ngapain ya kira-kira?

Dapet banyak banget pengalaman yang ga terlupakan dari Pertamina Eco Camp kemarin. Gw punya banyak cerita buat keluarga dan temen-temen tentang Owa Jawa dan pentingnya Owa Jawa bagi keseimbangan ekosistem di Jawa, dengan melindungi Owa Jawa, kita melindungi hutan, mencegah banjir.

Banyak cerita juga tentang Gunung Puntang, bukan cuma area camping yang cantik, tapi rumah buat Owa Jawa, rumah buat banyak warga yang kini menanam kopi puntang dan membudidayakan kopi dengan cara yang selaras dengan lingkungan.

Kopinya juara dunia lho! Gw bangga jadi bagian dari Pertamina Eco Camp
kami bisa ikut berkontribusi untuk alam, masyarakat dan bumi kita. Ada yang mau sharing cerita kontribusi kalian untuk bumi? 

Baru sedikit kontribusi aku buat bumi sih, yang paling aku tanem di diri aku sendiri sih ga buang sampah sembarangan, sampe temen atau keluargaku yang kalo aku liat buang sampah sembarangan refleks langsung aku marahin suruh pungut lagi dan buang ke tempatnya (maafkan aku), bawa tempat minum sendiri kalo kemana mana biar ngurangin sampah plastik, bawa tote bag kalo mau belanja, ooh satu lagi, hemat air. Kalo mandi aku usahain biar ga terlalu banyak konsumsi air biarpun kadang suka kebablasan juga sih.

Travel ke Negara Impian dengan Destinasi yang Bagus

Pernahkah kamu ke Jepang? Apa musim favoritmu? Ini adalah senja di Pagoda Chureito di musim semi. Kami menghabiskan beberapa hari di dekat Danau Kawaguchiko dan memutuskan untuk melihat Pagoda yang terkenal ini.

Ada beberapa tempat untuk mengambil foto tetapi yang terbaik benar-benar ramai. Itu benar-benar ramai namun indah! Namun, bagaimana Anda bisa menolak pesonanya, ditambah dengan pemandangan Gunung Fuji yang megah

Dan saat saya pergi ke sana pada musim semi, saya mendapatkan Sakura yang sedang mekar sebagai bonus! Itu terlihat begitu anggun. Jika Anda menginap di sekitar Danau Kawaguchiko, tempat ini tidak terlalu jauh. Hanya perlu naik satu kereta dari stasiun, lalu ikuti gambar pagoda ini di jalan!

Ya, mereka memasang banyak gambar dari stasiun ke pagoda ini sehingga para pelancong dapat dengan mudah menemukannya. Meski ramai, Anda harus mengunjungi Pagoda ini, salah satu landmark negara matahari terbit. Jangan lupa membawa air karena Anda harus menaiki beberapa anak tangga.

Glacier di New Zealand

Pertama kali berjalan di gletser! Sungguh menakjubkan mengalami suhu ekstrem di Fox Glacier. Cuaca di sini tidak bisa diprediksi. Awalnya langit begitu cerah saat kami baru saja turun dari helikopter, namun tak lama kemudian mendung, lalu hujan sesaat, sebelum salju mulai turun.

Kami benar-benar kedinginan! Bahkan jari saya sulit untuk mengklik shutter kamera. Namun, petualangan mendaki di Fox Glacier begitu berkesan dan seru.
Hal yang harus dilakukan di Selandia Baru! Anda akan menikmati pengalaman ‘berjalan di atas air’. serba putih dan biru dengan pemandangan pegunungan yang menakjubkan di sekitarnya. Yang benar-benar layak dikunjungi!

Kuala Lumpur

Selamat Pagi Kuala Lumpur. Saya yakin banyak dari Anda pernah ke kota yang indah ini. Saya tidak pernah berpikir saya akan menjelajahi kota ini. Suasananya hampir mirip dengan Indonesia, tapi saya menikmati KL bersama keluarga, terutama makanannya.

Salah satu alasan saya ingin melakukan perjalanan ini adalah karena orang tua saya. Saya telah berjanji kepada mereka bahwa suatu hari saya akan menerbangkan mereka ke suatu tempat dan membayar akomodasi dengan uang saya sendiri. Meskipun, saya sangat sibuk dan stres pada saat yang sama, setidaknya, ketika mereka melihat kolam ini untuk pertama kalinya, mereka tersenyum kepada saya … Saya merasa sangat bahagia, diberkati dan bersyukur masih bisa menikmati saat-saat bersama mereka.

Mudik Sambil Nemuin Tempat Keren Selama Perjalanan

Kemarin mudik ke kebumen lewat jalur nagrek sunsetnya bagus banget!!! Gatau kenapa kalo mudik suka banget diperjalanan liat pemandangan. Karena mudik balik gua jauh dari Kebumen ke Jakarta biasanya berhenti dan singgah istirahat di kota yang gue ingin nikmati agar perjalanan mudik tidak melelahkan dan gue bisa happy sepanjang perjalanan. Jadi guys buat kalian yang gak pengen singgah terlalu lama di suatu kota. Kalian bisa mampir di Rumah siaga pertamina yang tersebar di banyak titik mudik.

Spot sunrise terbaru dikebumen!! Kemarin pas mudik cobain kesini, biaya masuknya 5000 rupiah, jarak parkiran motor sama spot sunrise cuma 5 menit dan gak terlalu capek. Gak bisa naik mobil kalo kesini, jalan sempit dan belum bagus tapi kalo masalah pemandangan bagus banget! Lautan awan, layer gunung dan sunrisenya juara. Spotnya juga banyak dan yang paling penting masih original belum ada wisata selfienya haha! Kalo kebumen wajib banget cobain kesini.

Belakangan ini lagi hobi banget riding, ketemu sama orang baru dan ngadain acara bareng temen-temen! Nah gua butuh banget perlangkapan motor biar safety pas berkendara ditambah lagi gua suka banget beli aksesoris motor biar makin keren.

Pas banget nih ada Home Credit dengan cicilan ringan tanpa beban yang bikin semua orang bisa mewujudkan segala impian yang kamu mau! Buruan deh follow Instagram home credit id buat tau promo-promonya!

Waktu mau menikmati sunrise di suatu desa, eh gue kesasar jadi kesiangan dan gue nemuin tempat ini. Ternyata banyak ya tempat indah di Indonesia dan jarang orang tau. Semenjak itu jadi suka banget explore tempat baru dan pasti suka ada aja kejadian tak terduga. Makanya gue harus tetep mastiin untuk liburan nyaman dan aman, jadi harus punya yang namanya asuransi yang gak hanya proteksi diri gue aja tapi barang-barang yang gua bawa terlindungi. Seru juga mudik tapi bisa nemuin tempat – tempat bagus dan keren yang tidak terduga sama sekali.

Berkenalan dengan Penduduk Lokal Saat Traveling

Berkenalan dengan banyak penduduk sekitar pada saat traveling adalah salah satu hal yang tidak dapat dibayar dengan apapun. Salah satu ceritanya adalah ketika berbincang dengan penduduk lokal di Peru.

Sambut Papa Lucio Huaman Ojeda, 55 tahun & Mama Rosario Mandortupa Paso, 62 tahun, pasangan pemilik rumah singgah kami yang sederhana berwarna bata di distrik Coya, sekitar 1,5 jam meninggalkan kota Cusco, Peru. Cuaca mendung pagi itu & udara dingin di desa berketinggian 3800 mdpl seakan kalah oleh kehangatan yang mereka beri pada saya & kawan saya Yunaidi.

Seperti kebanyakan keluarga lain yg tergabung dalam komunitas Patabamba di distrik ini, Papa Lucio menjemput rejeki dengan bertani, sementara Mama Rosario berkebun & menggembala ternak. Keseharian mereka terus menjaga kearifan lokal & praktik tradisional suku Quechua yang diwariskan leluhur.

Termasuk diantaranya meramu hasil alam mereka seperti daun coca, daun mint pegunungan Andes, daun muná, daun rosemary, dll tuk dijadikan minuman hangat yang berfungsi menyamankan perut, melancarkan aliran darah, dan memulihkan stamina kami yang sedikit terganggu oleh sindrom penyakit di ketinggian. Hingga tiba saatnya dengan racikan hasil alam yang digenggam di tangan, Mama Rosario pun turut pula membantu mengusap, mengetukkan nya pada kepala, leher, serta tengkuk kepala saya dan Yudi, seraya berdoa guna membersihkan dari segala energi negatif yang sempat hinggap di perjalanan.

Kami sangat bersyukur dan bahagia dapat diterima layaknya keluarga yang datang jauh dari benua lain. Setiap harinya kami belajar cara hidup sederhana mereka: menyantap makanan khas, meminum jejamuan yang mereka racik, menengok bagaimana mereka menenun kain dari bahan alami tuk dijual di koperasi & turut menengok lokasi pertanian mereka yang berdekatan dengan “The Balcony Of The Sacred Valley”, yang dimana dari teras diatas bukit ini kita dapat menengok sungai Urubamba & jejeran perbukitan dibawah kita.

Dan tak lupa, setiap harinya kami pun belajar bagaimana mereka optimis memandang bahwa hasil alam yang dituai dengan penuh syukur akan terus dapat mensejahterakan masyarakat sampai tutup zaman, selama kita memperlakukan alam dengan tulus.

“Terima kasih banyak bapak & ibu” balas kami dengan bahasa Indonesia, berpamitan, sebelum melanjutkan perjalanan.

Suka dan Duka Pendakian Gunung Argopuro

Selamat pagi para petualang. Ada salam dari tempat paling indah di Gunung Argopuro kemaren, Sungai Qolbu namanya. Airnya jernih banget, suara gemericiknya nenangin abis. Ini tempat yang bikin gue excited banget sampe lari terus jatoh kepleset sampe akhirnya kaki gue cedera engkelnya bengkak. Argopuro, indah dimata, sakit dikaki. Jangan tanya kenapa kami suka mendaki, cobain aja dulu. Siapa tau kita punya jawaban masing-masing yang berbeda.

Karena kenyataan kadang tak sesuai dengan rencana, apalagi dalam sebuah perjalanan. Dari gagalnya muncak Mahameru dan Rinjani kemaren, terus gak kesampean camping di Danau Segara Anak, rencana mau explore Banyuwangi dan ngedaki Argopuro bareng Utsman pun gagal (kangen, udah lama kita ga ngetrip bareng!) sampe harus batalin naik gunung di Jateng Jatim karena kaki masih cedera gara-gara kemaren, jangankan ngedaki, jalan aja masih sakit engkelnya.

Dan menurut gue ini adalah hadiah yang paling indah buat ngobatin kekecewaan kemaren, Gunung Argopuro, khususnya momen ketika di Cikasur dan Danau Taman Hidup. Sepi, tenang, damai tanpa ada pendaki lainnya yang madetin tempat ini. Tempat yang cocok buat merefleksi diri kebelakang dan bermimpi kedepannya. Semoga nanti pas kembali kesini, Gunung ini masih begini: sepi, bersih dari sampah dan tenang kayak kemarin.

Argopuro! Surganya para pendaki, karena sepinya bukan main. Tingginya emang gak lebih dari Merbabu, tapi perjuangan lima hari empat malemnya bikin kesel, gondok, hopeless, lemes, segala udah dirasa pas lewatin trek dari Baderan-Bremi yang panjang banget nyusurin hutan, savana, bukit naik turun gak abis-abis. Tapi pas ketemu plang ini dihari keempat semua capek rasanya lunas kebayar, bukan karena bagusnya (view dari puncak biasa aja), tapi karena senengnya mimpi setahun setengah kesini akhirnya kesampean.

Dan bagian yang paling menyiksa itu adalah ketika untuk pertama kalinya ngedaki pake sandal gunung karena sepatu hilang ketinggalan di bis dan langsung dapet insiden cidera engkel kaki gara-gara kepleset sampe gak bisa jalan sama sekali dihari ketiga. Tapi semangat dari dua parter kali ini Dennis (thanks kibo’ udah minjemin sepatunya dan rela make sendal gara-gara liat gue udah kesakitan jalan) Heru yang selalu setia nyemangatin gue pas lagi seneng maupun ngedown karena susah jalan.

Solo Traveling Tidak Seseram yang Kita Bayangkan

Siapa disini yang terkadang masih sering bingung membedakan pulau Sumba dengan Sumbawa, atau jangan-jangan berpikiran kalau Sumba itu kota di Pulau Sumbawa? Hahaha dua pulau ini letaknya berbeda, Sumba di Nusa Tenggara Timur, Sumbawa di Nusa Tenggara Barat. Vegetasi alam kedua pulau ini bisa di bilang hampir sama, banyak di jumlai bukit kering berbatu. Dan kuda-kuda kurus inilah yang akan selalu kita jumpai jika melewati bukit-bukit savanna kering seperti ini. Jika punya waktu lebih, berkunjunglah ke Tanah Sumba, kenali budaya dan masyarakat sekitarnya, siapa tau hati kita akan dibuat jatuh cinta dengan keramahan orang-orang di Tanah Marapu ini.

Karena termasuk dekat, jika pergi ke flores dan masih punya beberapa waktu jangan lupa nih mampir ke Bali. Ada banyak sekali tempat staycation bagus di bali. Terima kasih untuk soo bali villas for staycation experiencenya, suka banget ama ambience dari villa-villanya yang instagram-able bgt mulai dari villa atap putih, white stone, sampai Hi villa, semua konsep villanya unik dan cakep banget! Bikin betah buat leyeh-leyeh begini, ditambah daerahnya yang bener-bener di pusat keramaian (Seminyak) bikin dekat kemana-mana.

Satu lagi spot yang harus dikunjungi jika kalian adalah seorang traveler sejati, yaitu India. Di kebanyakan orang berpikir bahwa india sangat ramai sekali namun tidak ada yang tahu bahwa india pun memiliki spot yang sangat indah dan sepi.

Salah satu moment sunset terbaik yang ada di India. Selain karena sunsetnya yang cakeeep banget menurut gue, ini juga pertama kalinya ke desert sambil riding the camel, sensasinya juaraaa rasanya nunggangin unta sambil nikmatin sunset disini walaupun abis itu pantat pegelnya setengah mati.

I think this is one of my best moment when solo travel in India, karena disini banyak ketemu teman camping dari berbagai negara yang ikut safari desert tour juga. Yang ke Jaisalmer wajib pake banget ikut safari desert tour ini! Jangan takut solo traveling ya guys!

Swiss Merupakan Destinasi Wisata Terpopuler

Swiss merupakan salah satu destinasi wisata terbaik yang sangat ingin dikunjungi oleh banyak traveler. Selain memiliki pemandangan yang sangat indah, swiss juga memiliki berbagai macam kuliner yang sangat lezat sekali dengan cita rasa khas dari negara tersebut. Seperti yang kita tahu, ada banyak sekali sekolah tinggi untuk memasak di negara satu ini. Banyak chef handal dari seluruh dunia yang berasal dari swiss.

Halo from Interlaken, Switzerland. Sehappy itu bisa ke Swiss akhirnya, bucketlist setiap orang yg suka jalan-jalan kayaknya bisa kesini tuh. Dan di Interlaken ini random aja jalan-jalan keliling karena sekitaran sini aja udah bagus banget, ditambah lagi orangnya ramah-ramah. Dan walaupun hari ini cuaca gloomy banget nggak secerah kemaren, tetep aja suasana hati happy banget!

Kawasan Interlaken dikenal sebagai salah satu kawasan yang paling banyak didatangin turis di Swiss. Tadinya mikir pasti bakalan rame banget, ternyata diluar ekspektasi banget. Semua tempat yang gue dateng hampir semuanya sepi, kecuali di city centernya. Seneng banget rasanya bisa nikmatin pemandangan pegunungan khas Swiss begini dengan tenang dan syahdu. Apalagi di area Iseltwald ini, sepi bangeeet!

Yang paling menyenangkan dari perjalanan di Swiss ini selain keindahan alamnya yang semua orang juga udah tau kayaknya, adalah orangnya yang ramah-ramah, ramah banget menurut gue malah untuk ukuran Eropa. Apalagi di area Interlaken ini, hampir kebanyakan warga yang gue temuin ketika lewat depan rumahnya atau sedang beraktivitas selalu senyum dan negur. Hal kecil kayak gini nih yang kadang bikin perjalanan jadi lebih menyenangkan.

Bisa ngeliat langsung desa kecil begini di Swiss itu bucketlist dari jaman dulu banget. Ngerasain gimana rasanya sensasi jalan kaki keliling desa kecil begini, liat rumah-rumah kayunya yang hangat, liat peternakannya, alamnya, ah semuanya sama banget dengan ekspektasi gue, lebih malah. Peaceful banget desa ini, walaupun berada nggak jauh dari pusat turis di Interlaken, tapi sangat jarang ngeliat turis berseliweran. Jadi kita bisa nikmatin keliling santai disini.

Opini Kamu Jangan Travelling! Kalau?

Kembali lagi di rubrik opini #opinicatatanbackpacker! Sebenernya ini repost, tapi udah lama banget dan menarik utk dishare. Jadi mari beropini gaes! Kenapa harus beropini? Karena opini bakalan mengembangkan pola pikir kita sebagai traveler, dan pastinya akan memperluas sudut pandang kita juga. Bener nggak? Sekedar opini 🙂

Btw setuju nggak dengan pic di atas? Kamu jangan traveling kalau hanya bertujuan untuk:

1.Kabur dari jeratan hukum
Pasti, jangan deh kalau kamu cuma ingin menghindar dari hukum. Pasti ngerepotin orang lain. Setuju?

2.Menghindar dari realita
Nah kalau kamu traveling untuk menghindar dari realita, coba pikir lagi apa bakal memperbaiki keadaan? Mungkin merefresh pikiranmu atau menjadikan pikiranmu lebih positif. Kalau ini tergantung masing-masing ya.

3.Marah
Kamu traveling karena marah? Wah hati-hati deh. Sepengalaman, kalau emosi lagi ga stabil, travelingnya jadi acakadut banget. Malah bawaannya bete sama setiap orang baru yang kita temui. Kan teman baru inginnya senyum menawan kamu, bukan garangnya kamu.

4.Malas
Traveling karena malas? Awas lho! Lama-lama bisa jadi nambah malas. Kecuali kalau alasannya ingin refreshing, boleh. Tapi atur aja agar pas beres traveling udah semangat lagi. Jangan nambah males.

5.Traveling adalah satu-satunya cara bahagia
BIG NO! Bahagia itu datangnya dari dirimu sendiri. Bukan dari traveling ataupun orang lain. Meskipun mungkin hobi dan orang lain mempengaruhi suasana, tapi cuma kami sendirilah yang bisa mengontrol kebahagiaan kamu. Kamu adalah sumber kebahagiaan!

6.Ikut-ikutan
Nah ini juga ikut-ikutan lagi agak ngetrend. Jangan ikut-ikutan deh. Kamu bisa aja nggak nyaman dengan gaya traveling temenmu. Misalnya kamu seorang penikmat laut, terus kamu ingin ikut-ikutan naik gunung karena diledek temen, padahal keadaan badan kamu memang nggak bisa bikin kamu naik gunung. Kan malah jadi bahaya. Kalau memang ingin, lakukanlah bukan karena ikut-ikutan. Jangan krn dipanasin temen.

Gimana? Atau punya opini lain? Kalau teman-teman punya masalah yang mana nih? Tag temen kamu deh! Namanya juga opini, yuk berpikir luas.

Source : catatanbackpacker

Lokasi Wisata Yang Dapat Kamu Kunjungi Secara Gratis Di Singapura

Negara yang memiliki Icon Macan ini termasuk negara yang sangat elite di Asia dan merupakan negara yang memiliki nilai mata uang terbesar di Asia, Singapura memanglah negara yang tidak terlalu besar dan memiliki penduduk yang sedikit bahkan tidak mencapai 30% dari jumlah penduduk indonesia, tetapi negara singa ini sangat berkembang pesat dibanding dengan negara negara yagn ada di asia saat ini, oleh sebab itu tidak heran tempat wisata di singapura memiliki keindahan yang luar biasa dan hampir semua tempat wisata berbayar agar kamu dapat masuk kedalam dan menikmati keindahannya.

tetapi tenang kami punya beberapa rekomendasi tempat wisata di singapura yang gratis dan tentunya tidak kalah indahnya dengan tempat tempat wisata berbayar di negri singa ini. ini dia beberapa rekomendasi tempat wisata gratis di negri singa yang kami rekomendasikan untuk kalian yang ingin berwisata dengan budget yang pas-pas an tapi tetap tidak ingin kecewa dan tetap dapat bersenang senang.

1. Marina Bay Sands Boardwalk

Disini memang bukanlah hutan rindang atau tempat sejuk untuk berwisata pada siang hari, tapi di pusat kota singapura yang satu ini kalian bisa menikmati Sunset saat sore hari tiba. disini kalian dapat menikmati Sunset tanpa harus jauh-jauh mencari Pantai ataupun gunung. buat kamu yang hobi fotografi disini memiliki sangat banyak obyek foto yang dapat kamu abadikan dengan kamera atau ponselmu, bahkan bila kamu hobi menjadi model, disini juga kamu akan mendapatkan hasil foto yang cukup mempesona loh.

2. Menikmati Birunya Laut di Pantai Sentosa

Diantara Beberapa pantai yang ada di singapura, pantai sentosa yang terletak di pulau sentosa inilah yang menjadi pantai tervavorit bagi para turis mancanegara, bagaimana tidak menjadi pantai tervavorit, karena untuk menikmati angin pantai, birunya laut dan indahnya matahari terbenam, kamu tidak perlu membayarnya melainkan