Klopp: Semua Pemain Liverpool , Seperti Bocah Yang Berusia 5 Tahun

Kini pelatih Liverpool yaitu Jurgen Klopp telah mengatakan jika semua para pemainnya yang ada di Liverpool seperti bocah yang berusia 5 tahun , dikarenakan mereka semua sangat bersemangat ketika sedang berlatihan di taman rumah , dan di masa masa pandemi Virus Corona pada saat ini

Jurgen Klopp juga mengatakan jika timnya sangat siap untuk melanjutkan kompetisi kompetisi di Liga Inggris pada musim ini , dan sekaligus untuk meraih gelar juara yang perdana sedang 30 tahun silam

Dan mantan pelatih Norussia Dortmund itu telah mengakui jika ia tidak tahu kapan Premier League 2019/2020 itu akan dimulai kembali , dan dengan menurut Jurgen Klopp jika timnya hanya mencoba untuk menjadi yang terbaik saja sebagai salah satu persiapan yang kemungkinan jika Liga telah digulirkan kembali

” Seketika kami telah memberikan kepada anak anak kami sebuah tantangan yang harus dilakukan di taman mereka , anda juga dapat melihat cara mereka bermain dengan sungguh sungguh seperti bocah yang berusia 5 tahun atau juga 6 tahun . ” Ungkap Jurgen Klopp

Dengan mempersiapkan diri dengan semaksimal mungkin di masa masa lockdown corona , maka Jurge Klopp sangat berharap jika timnya akan tetap memiliki kondisi yang bagus seketika sedang berlatih dengan bersama skuat yang lain

Dan  klub yang bejulukan The Reds itu juga telah memberikan program latihannya dengan intensif yang begitu di Liga Inggris , dan dirumorkan jika akan digulirkan kembali dalam waktu dekat ini

” Anak anak  yang telah memiliki banuak pekerjaan dan juga harus untuk dilakukan , maka latihan fisik dilakukan dikarenakan kami semua sangat berharap jika dapat untuk kembali lagi melanjutkan kompetisi kompetisi yang lain ” Ungkap Klopp

” Saya juga tidak tahu kapan , akan tetapi kami juga harus menuapkan diri untuk hal itu , maka itulah yang harus dilakukan oleh semua anak anak  kami ” Tutur sang pelatih asal jerman itu

Dan saat ini juga Liverpool sedang berada di titik puncak klasmen dengan sementara itu di Liga Inggris dengan mengoleksi 82 poin dari 29 pertandingan , dan Merseyside merah memiliki unggu ke 5 poin atas dan  Manchester City yang sedang berada diposisi kedua

Jordan Henderson dan juga teman temannya hany membutuhkan dua kemenagnalagi pada Premier League untuk meraih gelar juara Liga Inggris yang pertama dan juga terakhir kalinya

Liverpool Punya Dua Kiper Terbaik di Eropa

Posisi kiper biasanya tidak terlalu menjadi sorotan orang banyak daripada pemain yang bermain di posisi penyerang. Tapi, kiper menjadi salah satu faktor penting dalam kemenangan pertandingan.

Seperti halnya Liverpool punya dua penjaga gawang terbaik di Eropa berdasarkan statistik Opta. Dua penjaga gawang The Reds, Alisson Becker dan Adrian, sama-sama masuk sebagai kiper dengan julukan kiper terbaik di lima liga papan atas Eropa.

Di masa-masa kasus virus corona, Opta keluarkan data mengenai statistik kiper dari 5 liga Top Eropa, dimana terbagi dalam 5 aspek. Lima aspek tersebut meliputi : Kemasukan bola paling sedikit, penyelamatan gawang terbaik, paling sedikit diganti, ketepatan operan terbaik, dan akurasi sapu bersih terbaik.

Dalam statistik yang dirilis oleh Opta, dikutip dari Sportskeeda, statistik dua kiper Liverpool,yaitu Alisson dan Adrian mengungguli kiper lainnya di liga terbaik di Benua Biru.

Adrian adalah salah satu penjaga gawang yang kebobolannya paling sedikit,yaitu hanya 10 gol. Kebobolan itu didapat oleh Adrian dari 11 kali bermain di Liga Inggris musim ini.

Namun sayangnya, Opta juga mengklaim kiper Spanyol itu adalah pemain Liverpool yang melakukan kesalahan paling besar. Adrian telah dinilai tiga kali membuat kesalahan fatal di semua kompetisi musim ini, salah satunya adalah ketika The Reds tersingkir ketika melawan Chelsea di Piala FA.

Sementara itu, kiper utama Red Merseyside, Alisson, menjadi penjaga gawang dengan tingkat persentase penyelamatan terbaik. Alisson, yang berasal dari Brazil, memiliki persentase penyelamatan 80,36 persen.

Selain Adrian dan Alisson dengan kiper paling sedikit yang kebobolan terbaik dan selamat, kiper dengan statistik pilihan terbaik Opta diberikan kepada Martin Dubravka dan Kasper Schmeichel, Manuel Neuer, dan Jordan Pickford, Rui Patricio, David de Gea, dan Mat Ryan.

Dubravka dan Schmeichel adalah penjaga gawang paling sedikit kebobolan musim ini. Di Liga Premier, keduanya tampil penuh dalam 29 pertandingan sebelum dihentikan karena pandemi virus korona.

Sementara itu, Neuer dari Bayern Munich tercatat sebagai penjaga gawang dengan akurasi umpan terbaik, 87,69 persen. Diikuti oleh Pickford, Patricio, De Gea dan Ryan dengan akurasi sapuan bersih terbaik, 100 persen dalam 29 pertandingan.

3 Manjer Kini Sedang Terancam Jika Akan Dipecat Sebelum Liga Inggris Berakhir

Kini pada tahun 2019/2020 telah melalui paruh kompetisi yang mengakibatkan ketatnya dalam persaingan dan juga sudah ada 6 kehilangan dalam pekerjaannya  dan kini Watford juga sudah melakukan dua pergantiannya

salah satu manajer yang akan di pecat adalah Mauricio Pochettino manajer klub Tottenham Hostpur ia adalah salah satu manajer yang kini terancap di pecat dari kub sepak bola dan tidak hanya itu yang terancam dipecat juga di alamin seorang maajer Ole gunnar solskjaer ia ada manajer dari salah satu klub sepakbola Mancherster united , ia di pecat dikarenakan telah gagal membawa perubahan pada klub tersebut yang pernah menggantikan salah satu manajer yang pernah melatih klub Manchester United tersebut pada tahun 2018 yang lalu.

Di waktu musim ini MU hanya memenangkan 34% saja selama waktu berlaga ini adalah salah satu torehan yang sangat terburuk sejak 1990 yang pernah di alamin oleh pemain MU , untuk manajer tersbut sudah di beli dengan harga yang sangat besar menghabisakan sebanyak 80 juta pounds

Dan juga kini di kabarkan jika MU kalah dalam 2 pertandingan dengan klub Liverpool dan juga Burnley ,dan tidak hanya manajer Klub Manchester itu saja di pecat tetapi manajer lainnya juga saat ini terancam pemecatan seperti manajer berikut ini :

1 David Moyes

Dan kini tidak di sangka jika  West Ham United  telah memecat 2 manajer yang berbeda dalam 1 tahun initetapi dalam performa The Hammers ini sangat menakutkan seperti manajer David Moyes iya di beli oleh West Ham United dan di menjadikan ia manajer pada 29 Desember 2019 dan ia tidak memberikan sedikitpun jalan keluar. bisa jadi sang manajer tersebut di keluarkan untuk kedua kalinya

Dan mereka akan melihat dalam 3 kali berlaga ini telah membuat ancaman Degradasi yang akan semakin nyata , untuk manajer tersebut padahal sudah di beli dengan harga 100 juta pounds pada musim ini , tetapi klub london tesebut malam meraih kemenangan pringkat ke 17 klasmen Premier league.

2 Eddie Howe 

Kini di kabarkan jika manajer Eddie Howe yang menjadi salah satu manajer yang terlama di Liga Inggris iya telah di angkat oleh Bournemouth kurang lebih dari 7 musim

Tetapi kini di kabarkan jika manajer tersebut akan di pecat di karenakan Howe gagal untuk mengeluarkan potensi terbaiknya setelah beberapa pemain Kunci nya seperti salah satu pemain yaotu Joshua King apalagi dengan kondisi Diminic Solanke yang semakin lama semakin buruk sejak ia pindah ke tadion Vitality,

3 Dean Smith 

Dean Smith merupakan salah satu orang yang sangat berjasa yang pernah membawa Aston Vila menuju ke Premier League pada tahun 2019-2020 klub yang pernag bermakas di Villa Park itu juga yang sangat banyak melalui bursa Transfer, tetapi dengan pembelian dengan harga yang sangat mahal kini tidak membuat klub Aston Vila itu merasa nyaman dengan pringkat terombang – ambing dengan peringkat yang mereka dapatkan di posisi ke 16 .

Real Madrid Menawar Pemain Chelsea

Seperti yang kita ketahui kalau di berita pada beberapa hari yang lalu, media spanyol dan juga inggris menyebut bahwa Real Madrid sudah mengajukan penawaran kepada Chelsea atas keinginannya untuk mendapat salah satu pemain Chelsea, Eden Hazard.

Penawaran untuk mendapatkan Hazard bisa di bilang cukup tinggi, yaitu sebesar 100 juta pound atau jika di rupiah kan setara dengan Rp 1,8 triliun. Harga yang di tawar oleh Zidane atau Real Madrid ini di nilai oleh media Spanyol dan Inggris sudah sangat pantas untuk mendapatkan seorang Hazard. Terlebih lagi kalau kontrak Hazard hanya tersisa 14 bulan saja di Chelsea.

Namun menurut manajer Chelsea, Maurizio Sarri mengatakan kalau harga yang di tawarkan ini belum pantas untuk mendapatkan salah satu pemain terbaik milik Chelsea tersebut, Maurizio berpendapat kalau pemain berusia 28 tahun yang sudah berhasil menyumbang 19 gol untuk Chelsea di semua total pertandingannya ini bisa di nilai lebih tinggi dari tawaran Real Madrid atau bisa lebih dari 100 juta pound.

Maurizio juga mengatakan kalau harga-harga di pasaran tersebut terlalu murah, kami selalu memantau dan melihat di bursa transfer kalau nilai yang di tawarkan Real Madrid ini terlalu rendah, kami bisa menjual nya lebih dari 100 juta pound dengan mudah jika memang kami menginginkannya. Jika harga segitu saja maka ia yakin aklau klub Chelsea tidak akan melepaskan pemain berusia 28 tahun ini.

 

Pogba Disarankan Untuk Hengkang Dari Man United

Paul pogba merupakan gelandang Man United, Pogba di sarankan untuk hengkang dari man United jika tidak ada lagi niat untuk membela klub, kata-kata ini di lontarkan oleh seorang mantan gelandang dari Man United, Jesper Olsen.

Pogba sendiri telah di kabarkan kalau akan pindah ke Real Madrid pada akhir musim ini, ia sendiri juga mengatakan kalau Real Madrid merupakan klub impian bagi setiap pemain. Pogba mungkin akan bergabung dengan Real Madrid, berhubung sekarang Real Madrid sudah kembali di genggaman Zidane. Serta informasinya kalau Zidane di beri dana transfer yang cukup besar untuk memperbaiki anggota perang Real Madrid.

Sebelumnya pada tahun 2013 Pogba sempat Meninggalkan dengan Man United, di waktu itu Man United masih di genggaman Sir Alex Ferguson, Atas kejadian ini mantan gelandang Man United, Olsen berpendapat kalau di masa lalu Ferguson juga mempersilahkan gelandang asal Perancis tersebut pergi karena ia sudah tidak memiliki niat untuk bermain lagi di Man United.

Masa depan gelandang asal Perancis ini memang tampak tidak jelas di bawah naungan Jose Mourinho, namun di saat ole Gunnar Solskjaer yang memegang hak pelatih, Pogba berkembang dengan sangat pesat.

Olsen juga mengatakan kalau Man United pastinya akan terus berjalan walaupun tanpa Pogba, tapi akan lebih bagus lagi jika Pogba tetap berada di Man United, karena ia juga merupakan salah satu bagian penting dari tim Man United.