Alisson Tidak Tertekan Dengan Statusnya Sebagai Kiper Termahal Dunia

Alisson Becker mengaku menjadi kiper termahal di dunia saat di beli Liverpool tidak membuatnya merasa terbebani.

Kiper dari Brasil ini di pinang Liverpool dari AS Roma pada bursa transfer musim panas 2018 yang lalu. Saat itu harga yang di keluarkan Liverpool untuknya mencapai 65 juta Pounds.

Alisson akhirnya menjadi kiper dengan harga termahal di dunia. Harganya berhasil mengalahkan rekor terdahulu yang di sandang oleh teman senegaranya yaitu Ederson, ketika di beli Manchester City.

Namun status yang di sandang Alisson tidak bertahan lama. Rekornya lalu di pecahkan Kepa Arrizabalaga saat pindah ke chelsea.

Alisson langsung bersatu dengan skuat Liverpool. Bahkan seorang Alisson Becker berhasil membuat The Reds menjadi tim dengan pertahanan paling kuat di Premier League.

Alisson juga berhasil menjaga pertahanan Liverpool dan berhasil menjuarai Liga Champions. Ia pun membuktikan harga mahal yang di keluarkan Liverpool untuknya memang tidak merugikan Liverpool.

Alisson mengakui bahwa ia sama sekali tidak merasa terbebani oleh harga mahal itu. Sebab ia bisa mengatasi tekanan tersebut, meski demikian ia juga terbantu dengan perpindahan status itu kepada Kepa dalam waktu yang singkat.

“Dalam sepakbola, Anda akan selalu menerima tekanan untuk di hadapi,” bukanya.

“Sebenarnya, saya menjadi penjaga gawang Termahal (dunia) hanya dalam dua minggu! Tapi saya mengerti itu merupakan transfer yang sangat besar, sesuatu yang hebat. Itu menciptakan ekspektasi eksternal yang besar, tetapi saya tidak menuntut lebih daripada biasanya, melihat nilai transfer saya,” ucapnya.

“Untuk saya, hal paling penting adalah bagaimana bisa selalu memberikan yang terbaik untuk tim,” tegas Alisson.

Kemudian muncul sebuah pertanyaan yang di berikan kepada Alisson, bagaimana caranya untuk tetap memiliki performa yang berada di titik tertinggi. Dijawabnya, banyak faktor yang berpengaruh pada hal tersebut, meski paling utama merupakan faktor konsentrasi.

“Melewati persyaratan fisik dan teknis, dimana saya berpikir saya berada di level tertinggi, untuk saya mental adalah hal terpenting,” cetusnya.

Berkat performa yang apik saat di bawakan Alisson  saat membela Timnas Brasil dan Liverpool, Alisson becker di berikan gelar kiper terbaik oleh FIFA belum lama ini.

Alisson Dinilai Pantas Dapatkan Ballon d’Or

Daniel Paven memberikan sebuah dukungan terhadap Alisson Becker. Mantan pelatih sang kiper itu menilai bahwa nama Alisson Becker  layak untuk berada dalam jajaran nama pemain dalam nominasi Ballon d’Or tahun ini.

Kiper berusia 26 tahun itu bergaung bersama Liverpool pada tahun lalu. Ia di datangkan dari AS Roma dengan harga transfer mencapai 62 juta pounds.

Meski uang yang di keluarkan Liverpool untuk sang kiper terbilang cukup besar namun uang itu terbukti menjadi investasi yang baik untuk Liverpool. Kiper tersebut kini telah memenangkan Golden Glove EPL musim lalu, kala ia berhasil melakukan penyelamatan gemilang yang membuat Liverpool berhasil memenangkan Liga Champions musim lalu.

Pavan selaku mantan pelatih yang melatih Alisson sejak usia 10 tahun menilai mantan anak didik nya itu layak menyandang gelar pemain terbaik dunia. “Dia (Alisson) adalah kiper yang hebat,” ucap Pavan.

Pavan mengakui bahwa yang di lakukan Alisson di bawah mistar gawang Liverpool itu sudah sangat luar biasa. Untuk itu ia menganggap Alisson layak berada dalam nominasi Ballon d’Or.

“Musim lalu ia berhasil menampilkan penampilan yang sangat luar biasa dan ia juga berhasil membantu Liverpool menjuarai ajang Liga Champions.”

“Saya juga merasakan bahwa ia sudah memenuhi persyaratan untuk bisa masuk dalam nominasi bahkan ada kemungkinan  memenangkan Ballon d’Or tahun 2019 ini.”

Alisson mendapatkan dukungan penuh dari Pavan untuk mendapatkan gelar Ballon d’Or di tahun 2019 ini.

Ia menilai ini merupakan momen yang tepat untuk seorang kiper bisa lebih di hargai di mata sepak bola dunia.

“Saya merasa ini merupakan momen yang bagus untuk menunjukan bahwa kiper juga bisa dan layak memenangkan penghargaan ini.” tutupnya.

Hingga saat ini, sangat jarang seorang penjaga gawang mendapatkan penghargaan Ballon d’Or .

Penghargaan ini yang di dapatkan seorang kiper terakhir kali tahun 1963 yakni Lev Yashin, kiper asal Rusia.